Pendidikan di Rumah

..bukan memindahkan sekolah ke rumah dengan kurikulum rigid dan rumit. Namun fokus pada membangkitkan fitrah yg sudah Allah instal dalam diri anak kita

Harry Santosa


Resume Kulwap Grup Matrikulasi Komunitas HEbAT
🗓 Selasa 1 Maret 2016
⏰ Pukul          : 19.30- 21.00
👩🏻 Host           : Tissa
✍🏻 Notulen       : Siwi dan Lala
Narasumber    : Harry Santosa

 💖 Apa itu Home Education? 💖  

Ass.wr.wb
Ayah bunda apa kabar, tetap semangat ya 😊🙏

Ayah Bunda yg baik,

Home Education atau home based education atau pendidikan berbasis rumah adalah amanah dan kesejatian peran dari setiap orangtua yg tak tergantikan oleh siapapun dan tdk bisa didelegasikan kpd siapapun. 

HE bukanlah memindahkan persekolahan ke rumah, bukan pula menjejalkan (outside in) berbagai hal kpd anak2 kita  namun membangkitkan dan menumbuhkan (inside out) potensi fitrah2 dalam diri kita dan anak2 kita agar mencapai peran sejati peradabannya dengan semulia2 akhlak. 

Rumah2 kita adalah miniatur peradaban, bila potensi fitrah2 baik bisa ditumbuhsuburkan dan dimuliakan di dalam rumah2 kita maka secara kolektif menjadi baik dan mulialah peradaban. 

Setiap anak kita setidaknya memiliki 4 potensi fitrah sejak dilahirkan: 

  • 1. Potensi fitrah keimanan, setiap bayi yg lahir pernah bersaksi bhw Allah sbg Robb. Maka setiap bayi yg lahir pd galibnya mengenal dan merindukan sosok Robb. 
  • 2. Potensi fitrah belajar, setiap bayi yg lahir adalah pembelajar tangguh sejati 
  • 3. Potensi fitrah bakat, setiap bayi yg lahir adalah unik, memiliki sifat bawaan yg kelak akan menjadi panggilan hidup dan peran spesifik nya di muka bumi 
  • 4. Potensi fitrah perkembangan, setiap bayi sampai aqilbaligh dan sesudahnya, memiliki tahap2 perkembangan yg harus diikuti. Tdk berlaku kaidah makin cepat makin baik. 


Ke 4 potensi fitrah ini sebaiknya simultan, seimbang dan terpadu. Kurang salah satunya akan memberikan hasil yang tidak paripurna. Jika pendidikannya benar dan tepat, maka resultansi dari ke 4 fitrah ini adalah insan kamil yang memiliki peran peradaban. 

Fitrah bakat tanpa fitrah keimanan akan melahirkan talented professional yang berakhlak buruk, begitupula sebaliknya fitrah keimanan tanpa fitrah bakat akan melahirkan orang2 beriman yg paham agama namun sedikit bermanfaat.  

Lihatlah mereka yang berbakat menjadi pemimpin tanpa akhlak maka akan menjadi diktator. Begitupula mereka yang bertauhid tanpa bakat, akan sangat sedikit memberi manfaat. 

Fitrah belajar tanpa fitrah keimanan akan melahirkan para sciencetist dan innovator yang berbuat kerusakan di muka bumi, begitupula sebaliknya fitrah keimanan tanpa fitrah belajar akan melahirkan generasi agamis namun mandul dan tidak kreatif.  

Fitrah belajar tanpa fitrah bakat akan melahirkan pembelajar yang tidak relevan dengan jatidirinya, begitu pula sebaliknya, fitrah bakat tanpa fitrah belajar akan melahirkan orang berbakat yang tidak innovatif. Berapa banyak kita lihat orang yang bakatnya hanya berhenti sebagai hobby semata. 

Semua fitrah personal itu jika tidak ditumbuhkan sesuai fitrah perkembangannya akan membuat generasi yang tidak matang dan tidak utuh menjadi dirinya.  

Fitrah belajar dan fitrah bakat yang tumbuh bersamaan dengan fitrah keimanan melahirkan generasi yg inovatif, produktif dan berakhlak mulia. ✅ 



Tanya- Jawab:


1⃣ Bunda Rina, Salatiga dan Bunda Mahrita, Banjarmasin

Apakah home education sama dengan home schooling? Atau beda? Jika berbeda, apa perbedaan keduanya?  Bgmn kurikulum HE? Apakah sama dg sekolah biasa?


Jawaban:

1⃣bunda Rina yg baik,
Home based Education atau Home Education bisa sama dengan Home Schooling (HS) jika para pelaku HS tidak memindahkan sekolah ke rumah. HE adalah prinsip dan kewajiban bukan pilihan krn kewajiban orangtua mendidik anak anaknya sudah ada sejak zaman Nabi Adam A.S.
Sementara HS baru ada sejak tahun 1970an akibat berbagai riset lapangan yg menyatakan sistem persekolahan modern salah arah dan menghambat perkembangan anak. Tokohnya adalah John Holt, Ivan Illich dengan gerakan unschooling society dsbnya.

HS awalnya adalah diniatkan utk freedom learning, agar anak bebas belajar sesuai minatnya, namun hari ini banyak pelaku HS yang membawa kurikulum sekolah ke rumah shg anak2 akhirnya kembali tdk merdeka dalam belajar.
HE bukan saja "membebaskan" fitrah belajar utk tumbuh indah paripurna, namun juga fitrah iman, fitrah bakat, fitrah sosial, fitrah seksualitas, fitrah estetika dll. HE fokus pada inside out (pembangkitan), bukan outside in (pengisian). Jika ada HS yang demikian maka sejalanlah dengan HE ✅.

 Kurikulum sekolah bisa saja jadi referensi, namun HE lebih banyak menemani, memfasilitasi dll daripada mengajarkan ✅ 

2⃣ Bunda Husnul, Samarinda

1. Apakah mengajarkan kemandirian/disiplin kepada balita termasuk HE?

2. Apakah anak balita di perbolehkan untuk bermain bersama anak seumurannya di luar rmh
 Lalu bagaimana cara kita sbg ortu menjaga fitrah anak supaya tidak terkontaminasi oleh temannya tsb krn perbedaan pola asuh atau anak seusia itu msh blm perlu untuk sosialisasi dg lingkungan sekitar rmh?

Jawaban:

2⃣bunda Husnul yg baik,
1. Tentu saja, namun bertahap sesuai fitrah perkembangan usia dengan cara yang tdk menciderai fitrah dan sesuai keunikan fitrah masing masing anak. Dalam konsep dan praktek HE, tidak berlaku kaidah makin cepat makin baik, segala sesuatu akan indah bila tepat saatnya. Kami bahkan mendorong agar anak anak kita mandiri ketika mencapai aqilbaligh. Itu akan tercapai jika fitrah2 semuanya tumbuh terpadu sesuai tahapannya

2. Tahap usia 0-7 tahun memang masa emas untuk membangkitkan fitrah keimanan, dengan metode keteladanan dan atmosfir keshalihan, hasilnya dalam wujud kelekatan pd orangtua serta kecintaan dan keridhaan kpd Allah, Rasul, Kitabullah dstnya. Namun disisi lain usia ini juga rentan terpapar baik penyakit fisik maupun penyakit moral lingkungan. Hal2 yg bisa kita kendalikan spt TV dll sebaiknya dihindari sama sekali, namun mengurungnya sama sekali agar tdk terpapar juga tidak bijak. Sepanjang lingkungan di luar rumah tdk parah betul, terpapar ringan sesekali tidak mengapa, agar anak imun thd kebathilan. Imunisasi lebih baik dari sterilisasi. Terlalu steril juga tdk sehat.
Misalnya tiba tiba pulang membawa ucapan buruk, meniru temannya. Nah ini kesempatan kita utk memperbaikinya dengan modal kelekatan selama ini, yakinlah anak yg lekat dengan ayahbunda nya akan lebih percaya sama ucapan ayahbundanya. Bacakan atau dongengkan kisah2 keteladanan yg inspiratif dan berkesan mendalam bagi anak anak.
Ibarat main hujan2an, bolehlah sesekali anak anak main hujan2an sepanjang bukan hujan besar, agar mereka imun dari penyakit ✅


3⃣ Bunda Fitri, Salatiga

adakah keterkaitan antara HE dengan ibu yg bekerja, bila ada sejauh mana pengaruh nya, apabila mmg terpaksa ibu harus bekerja ,adakah solusi agar HE tetap menjadi prinsip dalam mengasuh anak... terimakasih..

Jawaban:

3⃣bunda Fitri yang baik,
Konsep dan praktek HE yang kita usung adalah bukan memindahkan sekolah ke rumah dengan kurikulum rigid dan rumit. Namun fokus pada membangkitkan fitrah yg sudah Allah instal dalam diri anak kita dan anak anak kita. Dialektika ttg pendidikan bagi pelaku HE, bukanlah ttg menanyakan PR, tugas sekolah, nilai yg buruk, perilaku buruk di kelas dll tetapi lebih kpd upaya memberi idea menantang dan inspirasi hebat, ajakan merancang project based laerning/activities misalnya ekpedisi ke Ujung Kulon ketika liburan, belajar mandiri secara bersama dengan eksplorasi dunia nyata maupun dunia maya, mengunjungi panti asuhan dan terlibat aktifitas sosial keagamaan dsbnya. Kita bisa gunakan skype utk video chat dsbnya. Memang bagi ibu dan ayah yg banyak di luar rumah akan tdk sebaik yg full di rumah, namun bisa lebih efektif ketimbang banyak mengajar atau mengirim les private tanpa perencanaan. Anak yg fitrah belajarnya tumbuh akan belajar sepanjang hayatnya dan melahirkan inovasi melestarikan alamnya, anak yg fitrah imannya tumbuh akan ridha dan cinta pada kebenaran dan berakhlak mulia sepanjang hayatnya, anak yg fitrah bakatnya tumbuh maka akan punya peran peradaban hebat kelak ketika aqilbaligh  anak yg fitrah seksualitasnya tumbuh sehat akan menjadi lelaki dan ayah sejati atau wanita dan ibu sejati kelak ketika dewasa dstnya. Inilah point HE berbasis fitrah ✅

4⃣ Bunda Widya, Slawi-Tegal

1. Bagaimana memulai untuk bisa menumbuhkan keempat fitrah tsb?

2. Langkah2 nya?

3. Untuk bisa spt di atas apa msh di sekolahkan atau model hs?

Jawaban:

4⃣bunda Widya yg baik,
1. Semua pendidikan yg sejati mensyaratkan agar pendidik memulainya dengan pensucian diri (tazkiyatunnafs) , yaitu banyak mendekat kpdAllah shg diberikan kebersihan jiwa,  kebersyukuran atas semua pemberian Allah shg melahirkan jiwa yg yakin, tenang, rileks dan optimis dalam mendidik. Bhw tdk ada anak yg diciptakan tanpa maksud penciptaan yg baik, tak mungkin ada anak yg dilahirkan tanpa peran istimewa yg sdh Allab tentukan untuknya dstnya. Kedekatan pd Allah SWT akan memunculkan qoulan sadidia, yaitu ucapan dan tutur yg indah berbobot, idea dan gagasan yg inspiratif dan keren, sikap dan perilaku yg mulia shg layak diteladani.

2. Langkah teknisnya adalah paham dan yakini konsep fitrah, pahami dan detailkan framework pendidikan berbasis fitrah menjadi personal kurikulum sesuai tahap perkembangan dan fitrah keunikan anak masing2. Lalu eksekusi dan konsisten serta monitor progressnya. Jalankan dengan tenang dan rileks, yakin, bahagia dan optimis. Framework akan dibahas perlahan dalam kuliah.

3. Bagi HE , sekolah adalah opsi saja, syaratnya harus sejalan dan mendukung dengan program pendidikan fitrah yg telah kita rancang dan jalani utk tiap anak anak kita. ✅

5⃣ Bunda Yana, Bekasi

Assalamualaykum ust. Harry,
HE merupakan pendidikan yg jd kewajiban setiap org pd anak yg tdk dpt dialihkan pd org lain/pihak lain & pelaksanaannya pun bukan dg menjejalkan (outside in) namun dg menumbuhkan fitrah (inside out)...

1. Bagaimana kita tahu apa fitrah kita, fitrah pasangan kita & fitrah anak kita, lalu bagaimana cara menumbuhkan fitrah tersebut secara bersamaan agar seiring sejalan?

2. Bagaimana menyikapi pasangan (suami/istri), keluarga besar & lingkungan yg blm paham ttg menerapkan HE dlm rumahtangga?

( ttg pendidikan dg cara menumbuhkan fitrah & bukan dg cara menjejalkan)
Krn menurut saya (silakan dikoreksi bila saya salah) sebagian besar proses pendidikan pd anak saat ini justru sesuatu yg wajar bahkan harus dilimpahkan pd org lain/pihak lain yg dianggap lbh kompeten drpd ortunya.

3. Utk bergabung dg grup ini jg bersama dg pasangan, tp bgmn menyikapinya bila pasangan tdk ingin byk teori/ingin praktisnya saja/bahkan ada yg menyerahkan proses "mikir"nya pd pasangan & dia bantu pelaksanaannya saja?

Jawaban:

5⃣bunda Yana di Bekasi yang baik,
1. Fitrah itu meliputi fitrah bakat, fitrah iman, fitrah belajar, fitrah seksualitas dll. Mungkin yg dimaksud "bsgaimana kita tahu fitrah kita" adalah fitrah bakat.
Fitrah bakat ini sesungguhnya adalah secara mendasar adalah cara merasa, cara berfikir dan cara bersikap dari seseorang yg unik, yg kelak akan menjadi misi hidup atau peran spesifiknya di muka bumi. Fitrah bakat ini memang harus digali dan ditemukan shg kombinasi fitrah bakat ayah ibu menjadi core mission keluarga dan  menjadi landasan pembuatan kurikulum pendidikan anak2 di rumah yang disesuaikan dengan semua potensi fitrah anak anaknya sehingga menjadi seiring sejalan.

2. Mensikapi yang belum paham adalah ya diberikan keteladanan bhw pilihan HE memberikan perkembangan fitrah anak anak yg lebih baik. Di awal2 HE tentu sulit memberikan hal ini krn baru memulai krn orang lain akan meminta bukti hasil, pdhl HE bukan berorientasi hasil yg segera, misalnya anak yg bisa baca hitung sejak dini belum tentu suka baca dan berlogika, anak yg bisa banyak doa dan hafalan ayat belum tentu cinta alQuran dstnya. Jadi jalani saja dengan konsisten sampai kemudian keluarga besar melihat bahwa anak anak kita tumbuh lebih bahagia, dengan gairah belajar yg meluap2 (pertanda fitrah belajarnya tumbuh sehat), dengan gairah cinta pd Allah dan Rasul serta kebenaran yg besar (pertanda fitrah imannya tumbuh sehat), dengan gairah beraktifitas yg keren sesuai passionnya (pertanda fitrah bakatnya tumbuh sehat) dstnya.
Melimpahkan pengajaran skill dan knowledge bisa saja dgn pihak lain jika diperlukan sbg pendukung, tetapi keseluruhan HE tidak menyuruh kita banyak mengajar tetapi menemani anak dalam membangkitkan gairah fitrah belajar sehingga mereka akan belajar mandiri sepanjang hayatnya, begitupula dengan fitrah2 lainnya. Pada tahap tertentu anak membutuhkan Maestro yg sesuai dengan fitrah bakatnya utk pengembangan perannya.

3. Sejujurnya kita berhadapan dengan sistem pendidikan dan masyarakat yg sdh seratus tahun lebih memberhalakan kecerdasan akademis semata. Padahal mereka tahu bhw sistem ini buruk, namun tdk punya pilihan lain. Jika pasangan ingin praktis, ya jalankan saja yg praktis tapi jangan instan dan merusak fitrah.
Kita butuh pemahaman konsep yg kuat dan mendalam, krn praktek tanpa landasan konsep yg kuat akan membuat kita bagai "bunglon", mudah merubah orientasi krn pengaruh kiri dan kanan, bukan krn kebutuhan hakiki fitrah anak anak kita dan orientasi peran peradaban yg baik kelak. ✅

6⃣ Bunda Yani, Wonosobo

1. Apakah konsep HE mengharuskan ibu di rumah (tidak bekerja)?

2. Bagaimana menerapkan konsep HE jika ibu bekerja?

Jazakumulloh.

Jawaban:

6⃣ bunda Yani Wonosobo yg baik,
1. HE adalah kewajiban bukan pilihan. HE juga dianjurkan tidak banyak mengajar (outside in) dengan kurikulum rigid dan rumit, tetapi fokus pada membangkitkan dan membebaskan fitrah secara alamiah dengan panduan kurkulum berbasis fitrah. Dengan demikian waktu2 mendidik dengan anak anak baik fitrah belajar, fitrah iman dll adalah waktu2 yg membangkitkan gairah, kebersamaan, eksplorasi dan pengamatab menyenangkan juga proyek2 belajar maupun aktifitas yg seru ketika weekend maupun ketika diskusi online. HE juga bukan belajar di rumah, tetapi di universitas kehidupan dan pengalaman nyata. Ibu dan ayah bekerja, lebih efektif menjalankan HE daripada menyekolahkan anak2nya jika paham caranya.

2. Rancanglah personal kurikulum utk tiap anak2 kita, pastikan kitalah yg merawatnya dan menjamin everything "right on place". Jika bekerja atau berkarir maka tantangannya adalah membuat kurikukum yg efisien dalam pelaksanaan program dan manajemen komunikasi yg efektif. ✅

7⃣  Bunda Prita, JakSel

Tujuan kami bergabung dgn grup ini adalah tentunya berikhtiar u/mencari pola pendidikan yg jauh lbh baik dr sistem yg ada bagi anak/keluarga kami, yg tampaknya sudah pasti membutuhkan peran serta kedua ortu yg lbh aktif.

Pertanyaan: bagaimana dgn anak2 yg nasibnya tdk seberuntung kami, di panti asuhan misalnya, apakah mrk jg bs mendapat kesempatan (yg wlpn tdk akan bs sama persis) u/mendapat model pendidikan sesuai prinsip HE ini?
Terima ksh

Jawaban:

7⃣bunda Prita yg baik,
HE pun pada tahap tertentu memerlukan komunitas untuk bersama sama dalam mendidik, misalnya outing bersama, magang pd maestro, homestay pd keluarga shalih dll. It takes a village to raise a child. Butuh orang sekampung utk membesarkan anak. Program mendidik bareng ini kami sebut CBE, community based education, sebagai lanjutan HE.
Maka anak anak maupun lembaga darimanapun termasuk panti asuhan, anak dhuafa, nak jalanan dll dapat disertakan dalam program program CBE ini di tiap kota ✅

8⃣ Bunda Ika, Tegal

Jk sesuai fitrah usia brp kira2 yg pas ngajari anak membaca,menulis dan berhitung ya? Makasih sblmnya

Jawaban:

8⃣ bunda Ika yg baik,
Pertanyaan fitri utk tiap tahap adalah "apakah anak perlu", bukan "apakah anak mampu". Anak yang bisa membaca terlalu dini juga belum bisa mengikat makna pd usia itu, disamping otak kirinya belum siap utk belajar merangkai simbol.
Banyak pakar maupun psikolog muslim yg keberatan calistung diajarkan saat usia di bawah 7 tahun. Selain golden age 5 tahun pertama ternyata bukan di aspek kognitif, tetapi aspek imajinasi abstraksi dan justru golden age bagi fitrah keimanan, bahasa ibu, senso motorik, kisah2 inspiratif, kelekatan ayahbunda dll yg memerlukan effort yg cukup banyak dibanding calistung.
Hati2 bhw anak2 yg bisa membaca terlalu dini belum tentu suka membaca, anak2 yg bisa berhitung usia dini belum tentu suka berlogika dan bernalar dstnya. Maka utamakan dulu cinta buku sebelum membaca buku, cinta bernalar sebelum berhitung dstnya. Jika ingin anak bisa membaca alQuran maka lakukanlah dulu gairah mencintai alQuran dan reciting (dibacakan/dilantunkan) bukan reading (membaca) ✅

9⃣Bunda Iing, jogja

Pak harry, saya sepakat, idealnya memang setiap keluarga bisa menerapkan HE untuk generasi yg lebih berkualitas.

Akan tetapi riilnya, tidak setiap keluarga mampu menjalankannya, entah karena pemahaman, urusan ekonomi, atau yg lainnya (misal single parent).

Saya&teman-teman yg sedang menggiatkan program edukasi dan pemberdayaan keluarga di Jogja, ingin merintis CBE. Sayangnya, sebagian orang tua yg berminat bergabung belum menerapkan HE diantaranya memiliki hambatan yg saya sebutkan tadi.

Pertanyaan saya:
1. Apa yg sebaiknya saya&teman komunitas lakukan untuk menjembatani dua hal tsb?
2. Langkah-langkah sistematis apa sajakah yg perlu kami siapkan?
Terima kasih 🙏🏼

Jawaban:

9⃣bunda Iing yg baik,
Ini pertanyaan advance.👍
1. Ideally CBE adalah lanjutan HE. Namun ketika saya di SA Ciganjur pertama kali CBE diterapkan pada kondisi orangtua tidak sama pemahamannya dan pelaksanaannya. Dimulai saja forum forum utk Ortu offline (kopdar) yang membahas bersama problem maupun program. Memang harus ada inner circle yang menggodok program sebelum difloorkan, lalu presentasikan dan minta masukkan serta kontribusi peserta dalam bentuk apapun. Bangun kesadaran bhw mendidik adalah kewajiban ortu dan akan sangat efektif jika berjamaah.

Program tidak harus ribet dan rumit, misalnya outing ke museum, planetarium, wisata terdekat atau sekedar olahraga bersama yg tdk formal dll. Bekali ortu dengan worksheet utk pengamatan anak dan games berupa WWP - work with parent dll. Seru dan rileks. Perlahan keinginan HE juga tumbuh bersamaan kesadaran ttg amanah merawat fitrah anak, kebersamaan dalam mendidik, menciptakan lingkungan yg sehat dan ramah anak bukan cuma defense thd yg buruk dll

2. Secara sistematis, background process nya adalah
a. Mapping resources. Petakan kekuatan dan sumberdaya komunitas. Petakan stakeholder yg terlibat siapa saja jika ada pihak lain yg terlibat misalnya lembaga, yayasan, koperasi, donatur dll.
Buat lingkaran2, tim inti, pendukung dan penggembira, utk memahami dinamika komunitas dan pemanfaatan sumberdaya

b. Program plan. Rancang program yang benar (do the right thing) dengan cara yang benar (do the thing right). Sesuai kemampuan dan kebutuhan. CBE ini meliputi program utk ortu, untuk anak di bawah 10 dan untuk anak di atas 10 tahun.

c. Beri panggung kontribusi utk semua. Libatkan setiap sumberdaya dalam proses mendidik. Siapapun dalam komunitas bisa berkontribusi apapun misalnya berbagi ilmu (utk ortu maupun anak), donors, info2 jaringan program spt tanam pohon, csr, ngo pendidikan, taman bacaan dll, juga bisnis bersama yg relevan utk revenue komunitas maupun wahana belajar, dsbnya.

d. Buat AD/ART agar mencegah konflik kepentingan yg mengatur hak dan wewenang serta kewajiban masing.

e. Mulai saja, jangan ragu. inshaAllah "akan lahir banyak idea dan pengikut". Setiap yang baik dan sesuai fitrah, maka manusia seharusnya lebih cenderung kepadanya. ✅

1⃣1⃣ Bunda Rina, Salatiga

Apa contoh kegiatan untuk menumbuhkan (inside out) ke-4 fitrah tersebut dalam diri anak usia 5 th?

*utk fitrah keimanan insyaAllah saya sudah faham. Namun utk fitrah belajar, bakat, dan perkembangan belum begitu yakin.😊 terimakasih

Jawaban:

1⃣0⃣bunda Rina yang baik,
Fitrah belajar dibangkitkan dengan idea menantang dan inspirasi berkesan sesuai tahapannya (fitrah perkembangan).
Jika anak di usia 5 tahun, maka fitrah belajarnya tumbuh dengan banyak menginteraksikan sensor motoriknya (muscle memory) di alam, spt menyentuh, memegang, mengendus, mencium dll. Riset membuktikan volume otak anak berkembang dengan banyak bermain baik di alam maupun dengan orangtua.
 Manfaatkan momen apapun spt jalan jalan, ada momen menarik, bahkan ada musibah dll utk membangkitkan gairah belajarnya, pancing agar anak kita mengajukan pertanyaan2 5W, 3H. Apa ya? Kapan ya? Darimana tuh? Kok begitu ya? Bagaimana jika? Buka ensiklopedia, buka alQuran dsbnya.

Riset juga membuktikan anak akan memiliki fitrah belajar dan sosial yang sehat jika para ayah banyak bermain dan bercerita dengan anak anaknya pada usia ini, bahkan sampai usia 10 tahun, agar imaji2 ttg kehidupan, ttg diri, ttg Allah dll terbangun oleh ayahnya.

Executive functioning sebagai bagian dari pembentukan fitrah kepemimpinan dapat ditumbuhkan dengan memelihara hewan dan tumbuhan yang disukai. Beri tanggungjawab memberi makan dll.
Fitrah belajar dari sisi bunda, banyak ditumbuhkan "dengan bahasa ibu" yang utuh lewat banyak dialog dan membacakan buku2 bersastra cukup baik, tidak berat tapi juga jangan terlalu ringan.

Di usia ini anak masih ego sentris, dirinya masih sebagai pusat semesta, maka puaskan egonya agar utuh menjadi identitas dirinya, baik secara seksualitas (jelas cowo atau cewe sejak usia 3 tahun) maupun fitrah bakat (sifat2 unik).✅

1⃣1⃣ Bunda Purdayanti

1. Home education mulai diluncurkan kapan?

2. Stimulan untuk ke 4 fitrah tersebut apa saja?mohon penjelasannya.Makasih

Jawaban:

1⃣1⃣ bunda Purdayanti yang baik,
1. HE ada sejak zaman Nabi Adam AS sudah ada, jauh sebelum persekolahan modern ada dan sebelum HS ada tahun 1970an.

2. Stimulan dalam terminologi kita adalah difasilitasi dan ditemani dalam menumbuhkan dan membangkitkan (inside out) fitrahnya.
Fitrah iman ditumbuhkan dan dibangkitkan dengan keteladanan dan atmosfir keshalihan.
Fitrah belajar ditumbuhkan dan dibangkitkan dengan idea menantang dan inspirasi hebat.
Fitrah bakat ditumbuhkan dan dibangkitkan dengan konsistensi dan disiplin pada aktifitas dan kegiatan yg diminati/disukai. Walau berubah2 amati saja dan akan mulai konsisten di usia 10 tahun.
Fitrah seksualitas ditumbuhkan dan dibangkitkan dengan kelekatan ayah dan bunda.
Fitrah perkembangan adalah tahapan pertumbuhan utk tiap fitrah, sejak 0-2, 3-6, 7-10, 11-14, >15 tahun. Tidak berlaku kaidah makin cepat makin baik, tetapi segalanya akan indah pada saat yang tepat. ✅

1⃣2⃣ Bunda Adis, Samarinda dan Bunda Siti Mukamimah, Kendal

 Apakah hobby dari setiap anak itu pasti sebuah bakat ? Jika ada perbedaannya bagaimana orang tua membedakan antar hobby anak dan bakat anak .. dan mana yang harus lebih dominan untuj di support ? Hobby atau bakat ? Makasih

Jawaban:

1⃣2⃣ bunda Adis dan Bunda Siti Mukamimah, Kendal
 yang baik,
Hobby adalah bakat yang biasanya hanya sekedar sambilan. Hobby jika dilakukan dengan semangat, ditunggu2, dilakukan dengan asik seolah waktu berhenti, lalu diakhiri tanpa mengatakan "akhirnya kelar juga" , diulang2 tdk bosan maka itulah bakat. Jika diseriuskan maka bakat akan menjadi peran peradaban atau misi kehidupan anak kita yg kelak memberi manfaat bagi dirinya dan orang banyak. Mohon dicatat, bahwa hebat belum tentu bakat, apabila diulang2 membosankan anak. ✅

1⃣3⃣Bunda kiki, Jogja

Pak harry yg baik, mohon penjelasan ttg fitrah perkembangan yg harus dilalui setiap manusia. Meliputi perkembangan apa saja dan apa maksudnya tdk berlaku kaidah makin cepat makin baik? Jazakallahu khayran

Jawaban:

1⃣3⃣bunda Kiki yg baik,
Fitrah perkembangan ini adalah sunnatullah pertumbuhan. Setiap segala seuatu di alam semesta memiliki tahapan pertumbuhan sesuai karakeristik/fitrahnya/kodrat masing masing, begitupula manusia. Kitabullah dengan jelas menyebut angka pada usia 0, 2, 7, 10, pre aqilbaligh, aqilbaligh, postaqilbaligh dstnya. Dalam pendidikan anak maka semua tahap masuk dalam tahap sebelum aqilbaligh (pedagogi) dan paska anak anak disebut aqilbaligh (pemuda/andragogi). Islam bahkan dunia tdk mengenal istilah remaja.
Maka kami membagi tahapan rincinya menjadi 0-2 karena ada menyusui, 3-7 karena ada pentah sholat di usia 7, lalu 7-10 krn ada pemisahan kamar pada usia 10 dan boleh dipukul jika meninggalkan sholat (sbg warning) lalu ada 11-14 yaitu persiapan aqilbaligh utk mandiri dan memikul beban syariah yg umumnya dicapai pd usia 14-15 tahun.
Fitrah ibarat benih dan kitalah petaninya. Ibarat menanam benih maka segala sesuatu akan indah pada waktunya, tdk bijak terlalu lebay obsesif, juga tidak bersyukur jika lalai pesimis ✅

1⃣4⃣ Bunda No name

1. Apa bedanya anak patuh karena "menurut" pada orang tua.. dengan " takut" kepada ortu. Karena kadang saya merasa serba salah.. anak2 suka bilang saya galak/ suka marah.. padahal saya hanya berusaha tegas..

2. Bagaimana memetakan bakat untuk anak laki2 yg sudah 10 tahun? Apakah ada tes nya?

Demikian. Terimakasih

Jawaban:

1⃣4⃣ bunda Noname yg baik,
1. Patuh adalah bentuk kesadaran, takut adalah bentuk keterpaksaan. Anak anak akan patuh jika dilibatkan dalam proses dan kesadaran utk melakukan sesuatu tanpa ada kita atau tidak, tetapi takut hanya akan dilakukan jika ada kita saja. Jika ketegasan kita melukai jiwa anak kita maka mereka merasa kita galak, krn galak tdk disukai oleh siapapun. Jika ketegasan kita membangun kesadaran maka mereka akan merasa kita bermakna dan berwibawa.
Coba bunda definisikan dan review kembali apakah ketegasan kita selama ini melukai perasaan anak anak kita, misalnya memaki atau mengkritik terlalu keras atau terlalu panjang/tdk efektif instruksinya bercampur marah shg tdk dipahami.
2. Ya ada alatnya, free. www.temubakat.com . Namun itu hanya tools saja, yang terbaik adalah pengamatan dengan penuh empati thd momen atau aktifitas yg anak kita sangat sukai (gue banget) selama setahun terakhir. ✅

1⃣5⃣Bunda Reni, Cilegon

Setiap anak terlahir dengan fitrah dan salah satu nya fitrah kelembutan, namun bagaimana menghadirkan kembali fitrah kelembutan pada anak yang suka berteriak dan terkadang berkata kasar kepada yang lebih tua.

Jawaban:

1⃣5⃣ bunda Reni yg baik di Cilegon, fitrah kelembutan ini dalam buku saya masuk dalam fitrah estetika, bahwa tiap manusia menyukai keharmonian dan keindahan. Kekasaran lahir karena anak barangkali berada pada lingkungan yg kasar dan sering diperlakukan kasar. Cara mengembalikannya adalah dengan membawa kepada lingkungan yg penuh kehalusan dan kelembutan, misalnya didekatkan dengan sosok ibu yg lembut, diajak bercocok tanam tanaman hias atau memelihara ikan hias, berikan syair2 atau bacaan yg menghaluskan jiwanya atau jika bakatnya di suara/musik ajak kpd bacaan alQuran yg lembut, musik yg lembut dstnya. Sesuaikan dengan bakat anak  krn tiap anak akan merespon berbeda sesuai keunikannya. ✅

1⃣6⃣Bunda Achi Jogja,,

 Bagaimana bentuk HE kalau anak harus tinggal berjauhan dg orangtua? Apa ada tips HE untuk LDR??

Jawaban:

1⃣6⃣bunda Achi yg baik,
Strateginya sebenarnya mirip jika ortunya bekerja penuh waktu, yaitu rancang program pendidikan berbasis fitrah, manfaatkan teknologi informasi utk bukan hanya berkomunikasi biasa namun menjalani proyek2 aktifitas bersama, memcari sosok pengganti yg setara ayah ibu jika pertemuannya kurang dari sepekan sekali.✅

1⃣7⃣ Bunda Noni, Tangerang

Setiap anak setidaknya memiliki 4 potensi fitrah sejak dilahirkan :
1. Potensi Fitrah Keimanan
2. Potensi Fitrah Belajar
3. Potensi Fitrah Bakat
4. Potensi Fitrah Perkembangan

Keturunan, lingkungan, pergaulan, pengalaman, kesulitan hidup yang dihadapi, cara berfikir... hal ini membentuk pandangan hidup seseorang termasuk dalam mendidik putra putrinya

Maka bagaimanakah baiknya kita sebagai orangtua bersikap  supaya tidak melemahkan pribadi anak atau melemahkan 4 potensi fitrah anak... Tapi justru menguatkan pribadi anak dan ke4 potensi fitrah anak kita..??

Terimakasih Ustad Harry...

Jawaban:

1⃣7⃣ bunda Noni yang baik,
Orangtua yang mendidik fitrah anak anaknya dengan sungguh sungguh maka tanpa sadar pasti akan membaik fitrahnya, akan muncul gairah belajarnya demi anaknya, akan muncul lagi kesadaran bakatnya krn memahami pentingnya misi hidup terkait fitrah bakat, akan jadi sering mendekat xan curhat pada Allah agar jangan sampai karakternya merusak fitrah anak anak nya dstnya. Karenanya ada pepatah "raise your child, raise your self" , maka jangan ragu mendidik fitrah krn fitrah kitapun akan membaik jika sungguh2. "Allah tdk akan memanggil mereka yg mampu, tetapi memampukan mereka yg terpanggil" ✅

1⃣8⃣ Bun Ria, Pontianak

Mengenai potensi fitrah keimanan. Sebagai orangtua apa yang sebaiknya kami lakukan agar potensi fitrah keimanan dalam diri anak bisa muncul secara alami? Dan seperti apa bentuk pengaplikasiannya? Saat ini anak kami berusia 2 tahun. Yang kami lakukan selain membacakan cerita, masih sebatas membiasakannya untuk ikut ibadah bersama seperti berdoa juga sholat walaupun seringnya hanya bertahan satu rakaat saja setelah itu mukenahnya dilepas dan meninggalkan sajadah.

Jawaban:

1⃣8⃣bunda Ria yg baik,
Upayakan keteladanan dan atmosfir keshalihan di rumah  maka secara alami fitrah keimanan anak dalam hal ini fitrah rubbubiyatullah akan semakin kokoh tanpa perlu doktrinasi dan effort yg tdk perlu. Jangan terburu ingin lihat anak shalih, krn shalih adalah amal shalih bukan status shalih, jadi utamakan proses bukan hasil. Jangan memaksakan target yg bisa merusak fitrah imannya.

Perintah sholat baru di usia 7 tahun, Allah tdk mengatakan perintahkan anakmu shalat sejak dini, tetapi ketika berusia 7 tahun. Apakah Allah lalai? Maha Suci Allah. Tetapi Allah Maha Tahu bahwa tdk anak di bawah 7 tahun yg suka gerakan sholat, krn sholat adalah gerakan formal utk 7 tahun ke atas. Maka target sholat di bawah usia 7 tahun, bukan tertib dan jumlah rakaatnya, tetapi imaji2 indah ttg sholat, upayakan sholat menjadi sesuatu yg keren banget dan mengasyikkan di matanya. Karenanya Rasulullah SAW membiarkan cucunya bermain kuda2an sampai puas ketika beliau sujud. Ini semata2 agar cucunya punya imaji indah ttg sholat.

Maka janganlah keinginan kita utk terburu2 melihat anak shalih malah membuat fitrah imannya malah rusak. Bayangkan apa jadinya jika imaji anak kita ttg sholat adalah sesuatu yg menakutkan, membebani bahkan traumatik. Jadi rileks dan optimis saja, utamakan cinta kebenaran sebelum mengamalkan kebenaran. Jika anak anak sdh cinta pd Allah, pd Rasul dan alHaq maka mereka akan mencari dan menjalani serta membela kebenaran sepanjang hayatnya. Membacakan kisah2 keteladanan inspiratif sangat bagus, hindari kisah2 yg menyeramkan atau peperangan yg menakutkan ya. Utamakan kisah2 yg menampilkan keindahan pd kebaikan dan amal2 shalih ✅

1⃣9⃣Pak Haris, Bekasi

Bagaimana memetakan bakat, untuk anak anak yg sudah kadung lewat usia 14 thn...secara kasus mereka potensinya bagus...

Jawaban:

1⃣9⃣pak Haris yg baik,
Saran saya gunakan tools talent mapping atau ke psikolog utk didalami. Karena hebat pd satu bidang juga belum tentu bakat. Ada kasus atlit yg sejak kecil usia 6 tahjn hebat dalam renang, dan selalu mendapat medali. Lalu di usia 19 tahun sakit parah, ternyata selama hidupnya dia membenci renang  hanya krn didorong lingkungan dan orangtua saja ✅

2⃣0⃣Assalamualaikum ust sy bunda yanti dr purbalingga yg mau sy tanyakan:

Anak sy berumur 10 th,saat ini klu dia sedang sedih,malu,atau krn jatuh kmdn sakit, yg muncul kok rasa marah tadz,jd dia marah kmdn mengajukan permintaan yg mnrt dia sy ga akan memenuhi,dn itu jd alasan bagi dia untk tambah marah...biasanya sy akan menyampaikan bahwa itu sebenarnya rasa sedih jd tdk perlu marah,tp sepertinya tdk digubris tadz,dn dia tipenya komando,ke adiknya sering nyuruh2,walaupun cara nyuruhnya baik dg kt minta tlg,dn adiknya seneng2 aja bantuin kakaknya..dan 1 lg tadz,klu dia mendpt sesuatu yg membuat dia tdk nyaman mekanisme pembelaannya menarik diri....apa yg hrs sy lakukan atau untk memperbaiki perilakunya itu...terima kasih ustadz

Jawaban:

2⃣0⃣⃣bunda Yanti yg baik,
Anak memiliki sifat unik yang merupakan potensi yang akan menjadi perannya kelak, namun memperlakukan sifat anak ini hati hati, jangan sampai otoritas kita sbg orangtua jadi berkurang. Sepertinya anak bunda tidak suka konflik, tetapi kemudian memanipulasinya untuk "memeras" bunda.  Barangkali awalnya tidak sengaja, tetapi setiap mengambek selalu dipenuhi keinginannya akhirnya menjadi alat memanipulasi. Saran saya sibukkanlah diri kita mendidik sifat positifnya dan abaikan manipulasinya ✅

2⃣1⃣    Bunda Rina, Jepara

1. Sejak usia berapa kita bisa menentukan bakat anak?

2. Bagaimana memastikan bakat atau sekedar coba2?

Jawaban:

2⃣1⃣  bunda Rina yang baik
1. Bakat diamati sejak lahir dengan banyak wawasan dan aktifitas, lalu dipastikan idealnya di usia 10 tahun.
2. Dengan pengamatan, tools talents mapping atau ke psikolog. Bedakan bakat dalam aspek sifat, aktifitas dan peran.✅

2⃣2⃣ Bunda Robi, Bekasi.

 Tanya : Kita skrg belajar HE, menjelajahi materi demi materi, kemudian paham mengenai fitrah dan insyaAllah menjalankan terutama untk anak dan keluarga. Tapi untuk kami para orng tua yg sudah terlanjur tua ini apa msh bs mengejar fitrah kita? Karna bimbingan ayah ibu kita yg dlu tidak faham fitrah. Contohnya fitrah bakat. Terima kasih.. 😊

Jawaban:

2⃣2⃣ bunda Robi yg baik,
Percayalah dengan kaidah bahwa memberi adalah menerima. Raise your child, raise your self. Mendidik fitrah anak dgn sungguh2, akan secara tdk langsung memperbaiki fitrah kita yg banyak tersimpangkan atau terkubur ✅ silahkan lihat juga jawaban No. 1⃣7⃣

2⃣3⃣Bunda Resty_Bontang

Assalamualaikum.. Sy baru di dunia HBE ini. Terus terang banyak istilah-istilah baru yg sy masih bingung untuk memahami nya. Misal konsep menjejalkan (outside in) dan kebalikannya inside out itu seperti apa ya? Sy ibu dari 2 orang anak 3y & 1y. Saat ini sy menjalankan preschool at home ala kadar nya dirumah. Belum konsisten dan masih mengacu pada kurikulum & standar kompetensi paud. Sy bingung harus memulai dari mana & bagaimana cara membangun konsep belajar inside out itu tadi.

Jawaban:

2⃣3⃣bunda Resty yg baik,
Anak anak Indonesia dikenal pandai menjawab tetapi tidak pandai bertanya. Padahal ciri fitrah belajar dan bernalar yg baik adalah pandai mengemukakan gagasan dan pendapat kreatif. Kita lihat betapa alQuran mendorong ummat Islam untuk banyak merenung, refleksi dan bertanya, terutama Why, untuk menemukan hikmah2 terpendam dari ilmu Allah shg menjadi baiklah peradaban ini dengan penemuan2 yg bermanfaat dan menebar rahmat.

 Nah, inilah inside out yg dimaksud, yg berangkat bhw manusia lahir bukan kosong tanpa bekal apapun shg perlu diisi banyak2. Anak2 yg terlalu banyak diajarkan akan minta diajarkan sepanjang hidupnya. Fitrah belajar dan bernalar sudah ada sejak lahir maka bangkitkan saja dengan inspirasi dan idea2 menantang,  fasilitasi serunya eksplorasi, jangan terlalu banyak mengajarkan. Begitupula dengan fitrah lainnya. Semoga bisa memahami ✅

 2⃣4⃣Ayah Amir

Tanya : Bismillah.... anak kami perempuan, sdh bisa bikin life plan sendiri, impiannya adalah menjadi Ahli sejarah, tergabung di UNESCO dibidang penelitian sejarah, rencana kuliah di Turki ambil fakultas Sejarah, saat ini masih "magang" kelas 1 MTs di pondok tahfidz ingin menyelesaikan hafalan Al Quran, bahasa arab, dan bahasa Inggris sampai kelas 3... Yg masih bingung, saat lulus SMP sampai masuk kuliah kemana ya? Mau magang di mana yg sesuai passionnya? Catt : anak ini sdh dewasa cara pikirnya, terbukti dia lbh nyaman kumpul dengan anak-anak SMA.

Trus yg kami (orangtua) masih bingung, seandainya mimpi anak biidznillah jadi kenyataan, berarti anak saya bekerja, apakah ini tdk mengganggu fitrahnya sebagai ibu yg harus mendidik anak2 nya kelak?

Jawaban:

 2⃣4⃣Ayah Amir yang baik,
Subhanallah, berarti fitrah bakatnya sdh tergali dengan baik. Saran saya magang ke pakar sejarah setamat SMP dan mengambil paket C. Atau coba melamar kuliah di LN setamat SMP dengan mengajukan portfolio misalnya karyatulis atau riset ttg sejarah. Atau kombinasikan keduanya, tetapi sebaiknya jangan dimasukkan ke SMA, akan banyak membuang waktu.
Masalah bekerja, tidak perlu khawatir, hari ini banyak peneliti dan dosen atau penulis yg bekerja online dari rumah ✅

 2⃣5⃣Bunda Yani, Pacitan

 Assalamualaykum
Sy Yani. Sy baru belajar HE setelah anak sy berusia 14 th, 11 th dan 8 th. Sepertinya memang banyak fase yg terlewatkan, terutama fase talent mapping. Bagaimana cara mengenal bakat anak dan cara mengarahkan mereka agar mereka bisa menyadari potensi mereka untuk anak pre akil baligh?

Jawaban:

 2⃣5⃣ bunda Yani yg baik,
Fitrah bakat berada pada puncaknya di usia antara 10 - 14, idealnya memang ditemukan pada usia 10 dan dikembangkan dengan serius sehingga menjadi kemandirian dan peran ketika usia 14-15 tahun. Ini idealnya. Tetapi jangan khawatir, banyak orang yg baru tahu bakatnya di usia 50 tahun, lalu menuai sukses krn fokus pd panggilan hidupnya itu.

Saya kira anak bunda masih muda dan masih banyak kesempatan utk mendalami dan mengembangkan bakatnya. Hanya saja, mungkin anak2 yg tdk kenal bakatnya sampai usia 15 tahun, godaan dan kegalauannya bisa mengganggunya. Maka hantarkan ananda ke maestro yg sesuai bakatnya segera dipastikan bakatnya, jangan lupa berikan murobby utk menggembleng akhlaknya secara paralel ✅

2⃣6⃣Bunda Ahza, Semarang

Fitrah belajar tanpa fitrah bakat akan melahirkan pembelajar yang tidak relevan dengan jatidirinya, begitu pula sebaliknya, fitrah bakat tanpa fitrah belajar akan melahirkan orang berbakat yang tidak innovatif.(Mohon penjelasannya/ contohnya bgmana sy kog blm faham) syukron jwbannya

Jawaban:

2⃣6⃣  bunda Ahza yg baik,
Ada manusia yang "learning for learning" belajar hanya utk belajar, tanpa melahirkan karya manfaat apapun sepanjang hidupnya karena tdk memahami peran dan misi atau panggilan hidupnya. Sejatinya "learning for being", belajar adalah untuk mendukung kita agar menjadi sesuatu atau berperan tertentu atau learning to be. Misi, peran dan panggilang hidup itu adalah ujung dari fitrah bakat.

Begitu pula bakat hanya berhenti sebagai bakat jika fitrah belajarnya meredup, dia punya peran namun tdk inovatif krn berhenti belajar. Berapa banyak orang yg berbakat dagang atau guru yg berhenti berinovasi dalam hidupnya, hanya menikmati perannya ✅

2⃣7⃣ Yana dari Jakarta

1. Contoh sederhana dalam mengembangkan ke 4 fitrah tersebut. Untuk anak usia 11 tahun misalnya

2. Bagaimana sebenarnya memulai Home Education itu. Apa yg harus dilakukan orang tua pertama kali.

Jawaban:

2⃣7⃣bunda Yana yang baik,
 Usia 11 tahun dalam framework kita sudah masuk tahap pre aqilbaligh, tahap latih menuju aqilbaligh utk mampu mandiri dan mampu memikul beban syariah di usia 14-15 tahun. Ini fase terberat dalam hidup seorang anak.

Maka fitrah keimanan tetap ditumbuhkan dengan cara keteladanan dan atmosfir keshalihan, hanya saja di usia 11, anak memerlukan pendamping akhlak di luar rumah juga komunitas orang2 shalih.
Fitrah belajar dan bernalar tetap ditumbuhkan dengan cara memberikan idea menantang dan inspirasi hebat, namun kali ini tantangannya sudah kpd penelitian yg memberi manfaat dan sesuai minat.

Fitrah bakat tetap ditumbuhkan dengan cara konsisten dan disiplin namun kali ini konsisten dalam melahirkan karya bermanfaat melalui proyek2 real bersama Maestro bakat yg relevan.
Fitrah perkembangan mengikuti tahapan usia ✅

2⃣8⃣  Bunda Adis, Samarinda

 Pertanyaannya :
1. Jika anak saya hobby pada suatu hal perlukan dipaksa juga untuk belajar hal lain yg menurut saya sebagai orang tua perlu ? Misalnya anak saya suka sekali menggambar, dan saya memaksa dia untuk belajar berhitung dan hafalan tabel pertambahan, pengurangan, dll .. juga hafalan surah2  ... apakah saya harus memaksanya ?
Terima kasih

2. Terkadang ada perasaan takut salah mem-push anak pada hal2 yang tidak mereka sukai namun saya anggap perlu .. bagaimana saya harus menyikapinya ?

Jawaban:

2⃣8⃣  bunda Adis yg baik,
1. Prinsipnya bakat difasilitasi dan akhlak digembleng, yang tdk relevan cukup sekedar tahu saja, tdk perlu dipaksa agar ekselen, justru menggambarnya yg sudah ekselen ditajamkan. Membaca dan menghafal ayat adalah akhlak mulia, harus digembleng, namun tanpa target ekselen jika itu bukan bakatnya. Menghafal alQuran atau alHadits adalah akhlak mulia, namun menjadi penghafal memerlukan bakat khusus. Abu Bakar RA mengatakan bahwa bukan aib bagi seseorang yg tidak mengetahui sesuatu yg tdk relevan dengan dirinya"

2. Anak perlu tahu sesuatu yg mendukung bakat dan akhlaknya, namun sebaiknya tidak ditekan untuk hebat pada sesuatu yg bukan dirinya, cukup sekedar paham. Kata Einstein, jika ikan dinilai dari kemampuannya memanjat pohon, maka ikan akan merasa bodoh selamanya.
Konsep diri yg rusak akibat pemaksaan inilah yg kita hindari. Bayangkan jika anak kita akhirmya tdk punya bakat atau kesukaan sama sekali krn banyak ditekan utk sesuatu yg bukan dirinya, malah lebih fatal dan malfunction ✅

2⃣9⃣ Bunda Inayah, Tegal

Assalamualaikum...
Pertanyaan Saya:
1. Bagaimana Cara mengembangkan ke 4 potensi tsb?
2. Pd usia berapa bakat seorang anak terlihat?
3. Seandainta, Anak berbakat di bid. Okay raga dan lemah dlm akademiknya, Apa yg kita prioritaskan?
Terima kasih.


2⃣9⃣ bunda Inayah yg baik,
1.  Stimulan dalam terminologi kita adalah difasilitasi dan ditemani dalam menumbuhkan dan membangkitkan (inside out) fitrahnya.
  • •Fitrah iman, ditumbuhkan dan dibangkitkan dengan keteladanan dan atmosfir keshalihan.
  • •Fitrah belajar ditumbuhkan dan dibangkitkan dengan idea menantang dan inspirasi hebat.
  • •Fitrah bakat ditumbuhkan dan dibangkitkan dengan konsistensi dan disiplin pada aktifitas dan kegiatan yg diminati/disukai. Walau berubah2 amati saja dan akan mulai konsisten di usia 10 tahun.
  • •Fitrah seksualitas ditumbuhkan dan dibangkitkan dengan kelekatan ayah dan bunda.
  • •Fitrah perkembangan adalah tahapan pertumbuhan utk tiap fitrah, sejak 0-2, 3-6, 7-10, 11-14, >15 tahun.

2. Bakat dalam arti sifat sdh terlihat sejak kecil, namun bakat dalam aktifitas yg disukai baru terlihat jika banyak aktifitas sepanjang 0-10 tahun. Bakat sebagai peran dan karya idealnya teelihat konsisten di usia 11 ke atas, apabila banyak wawasan dan aktifitas
3. Pastikan kekuatannya, fokus pada kekuatannya. Anak yg hebat olahraga bukan berarti anak yg tdk punya masa depan dan tdk mampu berfikir, hanya saja bidang yg disukainya bukan akademik. Saran saya, fokus pada sisi cahaya anak2 kita, maka keterbatasannya akan tdk relevan ✅

3⃣0⃣Bunda Widya, Tegal

1. Bunda mau tny lg... jd HE itu kan tdk memindahkan kurikulum sekolah ke rmh... jd kl u HE anak2 diajarkan ap dirmh?

2. Maaf bunda mau tny lg... Apakah membangkitkan fitrah anak bs dimulai dr anak yg sdh berumur 7 th ke atas (pd umur 0-7th saya tdk tahu ttg pendidikan berbasis fitrah) krn mrk sdh bs berargumen & menetapkan pilihan... bagaimana cara memulainya?

3. Anak2 sy perempuan berumur 8 (SDIT) n 6 th... smp hr ini mrk lbh senang bermain praktek jual beli n sekolah2an... smp kdg sy berpikir anak sy sptnya terlalu pny byk wkt u bermain... apakah jika sy bersama dg anak2 membuat jadwal sehari2 (dr bgn tidur smp tidur lg) mrk itu  termasuk menumbuhkan slh satu fitrahnya?

Jawaban:

3⃣0⃣ bunda Widya,
1. Benar. Bukan tdk diajarkan tetapi tdk perlu banyak diajarkan. Tdk perlu banyak diajarkan bukan berarti tidak belajar, tetapi memfasilitasi, mendorong (encourage - bukan menekan) agar gairah belajarnya selalu menyala sbg ciri tumbuhnya fitrah belajarnya.
Bukan hanya fitrah belajar saja, ada banyak fitrah yg perlu difasilitasi dan ditumbuhkan serta memerlukan effort yg banyak, spt fitrah keimanan dgn keteladanan dan atmosfir keshalihan, fitrah bakat dengan konsisten pd aktifitas yg relevan dengan bakat dan minatnya, fitrah seksualitas dgn kelekatan dan peran sosial keayahan dan keibuan dstnya.

 Ada banyak program utk memfasilitasi cara2 menumbuhkan fitrah di atas, spt bahasa ibu, belajar bersama alam, project based learning/activities, executive functioning dll.

2.Fitrah bisa dibangkitkan pada usia berapapun, namun makin terlalu cepat atau terlalu lambat, maka perlu effort yang lebih banyak. Misalnya anak2 yg fitrah keimanannya (ridha dan cinta suka pd kebenaran) lalai dibangkitkan pd usia di bawah 7 tahun, misalnya krn tiadanya keteladanan, banyak melihat tayangan televisi, sibuk calistung, dipaksa sholat tertib sebelum 7 tahun dll, maka akan nampak pada tahap berikutnya, misalnya malas sholat ketika usia 7 tahun ke atas dll. Nah, perlu strategi dan cara yg tepat utk mengembalikan kesadaran fitrah keimanannya.

Tenang saja, selalu optimis, banyak mendekat pada Allah, doakan anak kita yg banyak di sepertiga malam, agar kita diberi keshabaran utk tdk tergoda merusak fitrah mereka dengan tutur, fikiran dan sikap yg buruk, doa dan minta petunjuk Allah  agar fitrah kita dan fitrah anak anak kita bisa kembali. Ingatlah bahwa pendidikan Fitrah adalah jalan sukses, sunnatullah tahapan dan metode adalah cara sukses, doa ayahibu dan ridha Allah adalah kunci sukses

3. Di bawah usia 10 tahun, yang penting kaya wawasan dan kaya aktifitas, fasilitasi saja apa2 yg menjadi minat dan aktfitas yang disukai. Berikan idea dan inspirasi menantang sesuai kekhasan atau bakat anak. Ingat film kungfu panda kan? Fasilitasi gairah belajar mereka sesuai kekhasannya. Sesekali ajak jualan beneran, interview pedangan, dll kreatiflah agar anak sibuk dengan potensi keunikan dirinya.

Jadwal belajar boleh dibuat, tetapi jangan kaku dan rigid, nanti sama2 stres dan susah konsisten. Rileks, optimis dan kreatiflah membuat program bersama yg menyenangkan dan relevan ✅

3⃣1⃣ Bunda Nia Alfanzury

tentang fitrah perkembangan, dikatakan bahwa ada tahap2 perkembangan yg dilalui anak2, bagiamana kita sbg org tua dapat memastikan bahwa anak2 qt sdh berkembang sesuai dg tahapannya? terima kasih.

3⃣1⃣ Bunda Nia Alfanzury

Tiap tahap perkembangan punya indikator, namun bukan evaluator yg bikin srtess. Ukurannya adalah kebahagiaan dan gairah atas semua fitrahnya sesuai tahapannya.
Misalnya indikator fitrah keimanan antara 0-7 adalah bahagia dan ridha pd Allah, RasulNya, bergairah beramal shalih, bukan jumlah dan status shalih. Ketika usia 7 ada perintah sholat maka amati gairahnya untuk mendirikan sholat.

Upayakan jangan sampai dipukul krn meninggalkan sholat di usia 10 tahun, artinya buatlah program dan sub indikator2 agar imannya tetap menyala dan bergirah, dstnya. Di atas 10 tahun, seharusnya sdh menyerukan kebenaran, bukan lagi ridha dan melaksanakan secara individu.
Ini juga berlaku untuk fitrah belajar dan bernalar, fitrah bakat, fitrah seksualitas dsbnya dengan indikator2 yg berbeda. InshaAllah dibahas pada kuliah berikutnya ✅

3⃣2⃣ Bunda..

Mau tanya bagaimana caranya kita bisa mengenali atau menggali potensi (atau mungkin istilahnya fitrah)anak2 kita?kebetulan anak saya usia 1 tahun 2 bulan dan 3 tahun 2 bulan


3⃣2⃣ bunda ...
Fitrah ibarat benih yang Allah tanamkan dalam diri setiap manusia, maka tiap bayi yang lahir dalam keadaan fitrah. Fitrah ini setidaknya meliputi fitrah iman, fitrah bakat, fitrah belajar n nalar, fitrah seksualitas, fitrah sosial, fitrah estetika dstnya. Semua fitrah ini adalah potensi dan harus dibangkitkan, dtumbuhkan dan dirawat. Namun diantara fitrah ini, ada yang disebut fitrah bakat, ini tidak serta merta mudah terlihat seperti fitrah lainnya, kadang memerlukan pengamatan dan penggalian yang mendalam karena terkait peran spesifik, sementara fitrah lainnya sifatnya universal atau general.

Fitrah iman misalnya tidak perlu digali, cukup dibangkitkan begitupula fitrah belajar, fitrah seksualitas dsbnya. Nah fitrah bakat ini, di usia 0-7 akan nampak dalam keistimewaan/keunikan sifat (suka memerintah, suka berfikir, suka meneliti, suka mengatur, suka ramah dll) maupun keistimewaan/keunikan fisik (suka menari, suka memasak, suka olahraga dll). Semua anak tentu nampak suka semuanya, tetapi amati saja mana yang paling suka.

Nanti di usia 7-10, perbanyak dengan wawasan dan aktifitas, sehingga dari suka menjadi aktifitas, misalnya jika sifatnya suka mengatur, maka aktifitasnya mungkin adalah mengatur teman, mengatur barang, mengatur tumbuhan, mengatur ruangan dll.
Libatkan saja dalam sanggar atau klub yang relevan dan beragam serta ajak tour the talent utk membuka wawasan thd aktifitas lainnya lalu catat dan dokumentasi setiap sesuatu yang nampak istimewa, mudah dilakukan, sangat menyenangkan, ekselen/keren dstnya.

InshaAllah di usia 10 tahun, idealnya akan ketemu bakat sebagai peran yang spesifik, maka pada titik itu rancanglah kurikulum personal untuk mengembangkannya secara serius dengan magang bersama maestro sehingga menjadi kemandirian dan kesiapannya menjadi dewasa. Anak anak yg kenal dirinya dengan baik, lalu sibuk menjalani jalannya itu inshaAllah akan terhindar dari berbagai masalah yang tdk perlu ✅

3⃣3⃣ Bunda Hastien

 klo saya pelajarin he ini memang sangat pas ntuk tujuan kita mendidik anak,,tp saya bingung gmn dengan anak yg sudah terlanjur menggunakan cara yg tidak membangkitkan fitrahnya,
 Sedangkan dengan pengulangan tidak mungkin,,anak sudah usia 7 tahun

Jawaban:

3⃣3⃣ ⃣bunda Hastien yang baik,
Selalulah yakin dan optimis, tahapan yang ada dibuat dalam kerangka ideal, Sepanjang masih Allah berikan kehidupan maka fitrah ini masih punya banyak kesempatan untuk dibangkitkan kembali. Jika merasa ada yang terlewat, misalnya anak susah disuruh sholat ketika usia di atas 7 tahun, coba ingat ingat apakah kita dahulu terlalu cepat memaksa untuk sholat sebelum anak kita cinta dan ridha pada Allah dan RasulNya? Apakah kita lalai sama sekali tidak mengajaknya uintuk mencintai kebenaran dengan memberi keteladanan dan atmosfir keshalihan? dsbnya. Lalu mintalah maaf pada anak kita dengan tulus, peluklah dan bisikan dengan bahasa cinta yang mendalam, lalu katakan bahwa bunda/ayah ingin kembali memperbaiki apa yang sudah lewat dengan mengulang kembali prosesnya namun lebih intens dan melibatkan keteladanan di luar rumah misalnya homestay di rumah keluarga shalih selama beberapa pekan atau wisata ruhani, mengantarkan kpd komunitas orang2 shalih dsbnya ✅


Alhamdulillah, mohon maaf jika ada ucapan yg tdk berkenan. Mohon maaf juga jika perkuliahan kurang interaktif krn keterbatasan WA sehingga harus digilir. Tetap semangat ya, saling menguatkan dan menasehati dalam membesarkan anak anak kita sesuai fitrahnya dan dipandu Kitabullah secara berjamaah. Jazakumullah kpd ayahbunda dan team kordinator atas effortnya yg luar biasa 🙏😊 waswrwb.

Catatan redaksi :
Untuk mendapatkan pemahaman yg lebih, ayah-bunda bisa ricek kembali keterkaitan beberapa pertanyaan berikut yg senada

  • 1 23
  • • 3 6 16
  • 4 10 11 27 29 30
  • • 18 31
  • 5 12 14 19 21 25 26 28 29 30 31 32 33
Harry Santosa

Harry Santosa

Founder MLC (Milenial Learning Center)
Praktisi dan SME HEbAT (Home Education based Akhlaq and Talents)
Penulis buku Fitrah Based Education (FBE)
https://www.facebook.com/harry.hasan.santosa

Komentar