Membangun Komunikasi Produktif

...ada anak yang menurut karena takut, dan ada anak yang menurut karena taat. Manakah yg paling kita inginkan? Tentu pilihan yang terakhir. Maka kuncinya berikan kepercayaan pada anak kita

Septi Peni Wulandani

🌻🌻 RESUME KULWAPP 29 FEBRUARI 2016 --- IIP TANGERANG SELATAN
🌻🌻

Narasumber : Septi Peni Wulandani
Host               : Noor Widyaningsih
Co-Host       : Hani Khaerunnisa
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
❄ Profil Narasumber
❄ @ SEPTI PENI WULANDANI
  1. 🍀 Founder Metode JARIMATIKA
  2. 🍀 Founder Institut Ibu Profesional
  3. 🍀 Aktivis Sosial

   Beliau memperoleh berbagai penghargaan atas kemampuan leadership dan perubahan yang dilakukannya, diantaranya adalah:
  • ⚜ Pemenang Danamon Award 2006 sebagai “Individu Pemberdaya Masyarakat”.
  • ⚜ Ashoka Fellowship 2007 sebagai “Woman of Enterpreneur”.
  • ⚜ Tokoh Pilihan Majalah Tempo 2007 sebagai “10 Tokoh yang Mengubah Indonesia”
  • ⚜ Penghargaan Menpora 2007 sebagai “20 Pemuda yang Mengukir Prestasi”.
  • ⚜ Nominator International Enterpreuner of the year dari Ernst and Young tahun 2007
  • ⚜ Ikon 2008 Majalah Gatra untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
  • ⚜ Kartini Award versi majalah Kartini, 2009
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸
"MEMBANGUN KOMUNIKASI PRODUKTIF"
[Pilar Bunda Sayang]


Komunikasi merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam membangun rumah tangga. Baik antara pasangan suami istri maupun antara orangtua dan anak. Kunci dari komunikasi adalah pesan yang disampaikan diterima dengan benar oleh pihak yang kita ajak berbicara.
KOMUNIKASI PRODUKTIF
Mari kita lihat dulu makna dari dua kata ini, Komunikasi dan Produktif menurut kamus besar Bahasa Indonesia di bawah ini :
  • Komunikasi adalah pengiriman pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
  • Produktif adalah sesuatu yang bersifat bisa menghasilkan, memberikan manfaat, menguntungkan.
  • Dari makna di atas mungkin anda sudah mendapatkan gambaran mengenai komunikasi dan produktif. Jadi menurut pengertian saya,
  • Komunikasi Produktif adalah suatu kegiatan pengiriman makna (pesan) dari seorang individu ke individu yang lain di mana kegiatan tersebut dapat menghasilkan manfaat bagi kedua belah pihak .


FORMULA KOMUNIKASI PRODUKTIF adalah sbb:
  • a. High Energy
  • b. Intensity of Eye Contact
  • c. Transfer of Feelings
  • d. Strategy

THE MAGIC COMMUNICATION
Komunikasi sering gagal karena pesan tidak tersampaikan dengan benar, oleh karena itu agar pesan dapat disampaikan dengan tepat maka kita perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • a. Fokus pada SOLUSI bukan pada MASALAH
  • b. Ganti kata TIDAK BISA menjadi BISA
  • c. Katakan apa yang ANDA INGINKAN bukan APA YANG TIDAK ANDA INGINKAN
  • d. Fokus ke MASA DEPAN bukan pada MASA LALU

THE MAGIC WORD
Choose your WORD
Pilihan kata yang keluar dari mulut kita menggambarkan cara berpikir, membawa energi dan menunjukkan siapa diri kita. Untuk itu pilihlah kata-kata yang tepat ketika kita berkomunikasi dengan anak.
Contoh :
a .Ubah kalimat negatif menjadi kalimat positif
Misal: "Awas jalanan berlobang" ubah menjadi "waspada nak, cari jalan yang baik"
"Saya punya MASALAH" ubah menjadi "Saya punya
TANTANGAN"
" Saya TIDAK TAHU" ubah menjadi "Ayo kita CARI TAHU"
" SUSAH banget soalnya" ubah menjadi "MENARIK banget soal hari ini"
" Yaaaaaah " ubah menjadi "Yessss!"
b. Berikan Informasi Singkat dan Jelas.
Pakailah kaidah 2 C (Clear and Clarify). Berikan informasi dengan jelas (clear) dan klarifikasi ulang (clarify) untuk mendapatkan respon dari anak saat kita ajak bicara, apakah sama dengan yang kita maksudkan. Jangan membuat asumsi sendiri dengan kalimat "Saya kira kakak sudah tahu"
c. Jelas dalam memberikan Pujian dan Kritikan.
Jangan pernah berlebihan, Puji saat anak memang perlu pujian, dan kritik saat anak perlu pembenahan.
d .Kendalikan suara dan gunakan suara ramah.
Komponen dari komunikasi adalah :
Verbal (apa yang terucap) berpengaruh pada 7 % keberhasilan sebuah komunikasi.
Non Verbal (Bahasa Tubuh dan Intonasi) berpengaruh pada 93% keberhasilan sebuah komunikasi.
e. Seringlah memberikan kejutan untuk anak.
f. Bangun Komitmen yang tinggi ke anak.
Salam Ibu Profesional
/Septi Peni Wulandani/
www.ibuprofesional.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔄Tanya Jawab🔄

1. (Sjamsiar Agustin/Titin)
❔Tanya:
    Apa yang sebaiknya orang tua lakukan terhadap anak yang sudah terlanjur terkena trauma akibat kesalahan komunikasi ? Misal... Pernah mendapat cap sebagai anak yg tdk bisa apa-apa; oleh guru dan teman sekolah?
Apa yang sebaiknya dilakukan, ketika kesalahan komunikasi telah terjadi sangat  lama...,dan sudah menimbulkan adanya jarak antara org tua dan anak?
❕Jawab:
    Bunda Syamsiar Titien, apa kabar? Ada sebuah kalimat penting untuk disimak, yang mengatakan "How to conquer the Fear? FACE the fear, apabila ada trauma, ketakutan yg teramat sangat, kuncinya hanya satu "Hadapi", jangan justru melarikan diri. Bagaimana hubungannya dengan komunikasi anak yg sudah terlanjur salah? Segera sadari, minta maaf ke anak, dan SWITCH komunikasi kita yg salah sebelumnya dengan komunikasi yang baik dan produktif. Yang terpenting jangan menuntut anak kita berubah, sebelum diri kita sendiri berubah✅

2. (Yanti)
❔Tanya:
    Bagaimana cara tepat membangun komunikasi produktif, antara saya dan putri remaja saya yg berusia 15 tahun, yang tinggal di asrama dan hanya bisa bertemu 2 x dalam sebulan dan menelpon 1 x dalam sepekan, sementara saya dan putri saya tsb berbeda karakter, saya cerewet dan terbuka sedangkan putri saya sangat pendiam dan tertutup,  hanya jika ditanya dia bicara dgn saya, itupun jawabannya hanya seperlunya menurut dia dan tidak memenuhi keinginan tahuan saya, kadang saya merasa kesal akan hal tersebut dan perasaan yg lebih sering timbul adalah saya merasa jd ibu yg tidak baik yg putrinya tidak percaya dan  tidak mau bicara terbuka terhadap saya, namun ketika saya menyampaikan hal tsb kpd suami sy yg karakternya sama seperti putri saya, pendiam dan bicara seperlunya, menurut suami saya, putri saya bukan tidak percaya saya hanya saja apa2 yg saya ingin tahu dr putri saya tsb menurut suami saya adalah hal yg tidak penting untuk dibicarakan menurut dia. Bagaimana pendapat ibu dan saya mohon nasihatnya untuk bisa menjalin komunikasi yang produktif dan menyenangkan bagi kami, terima kasih.
❕Jawab:
    Bunda Yanti, ada beberapa hal yg perlu kita perbaiki dalam berkomunikasi. Yang pertama pahami gaya berkomunikasi anak kita, jangan memaksakan diri anaklah yg harus memahami gaya komunikasi kita.
Bunda sebenarnya lebih nyaman, karena gaya komunikasi suami hampir mirip dengan gaya komunikasi putrinya. Maka selama jarak jauh, belajarlah berkomunikasi secara produktif ke suami, gunakan the power of question, bukan menginterograsi. Belajarlah untuk mendengar lawan bicara kita, bukan membombardir dg pertanyaan dan cerita kita.

➡ Bunda Septi.. boleh saya sambung pertanyaannya ya.. contoh power of question itu bagaimana ya Bu ? juga ttg menjadi pendengar yg baik dr lawan bicara, bukan dengan membombardir dgn pertanyaan dan cerita kita, sementara lawan bicaranya tidak bicara jika tidak ditanya, terima kasih Bu..
➡ mbak yanti kita harus banyak banget belajar ttg hal ini, ada yg namanya "high order question" biasanya perlu jawaban panjang, ada juga "Low order question" hanya perlu jawaban ya dan tidak. Mulailah dari hal tsb. misal
"ayah hari ini bahagia di kantor?" ya/tidak
"Bagaimana perasaanmu di pesantren nak" senang / sedih. terus berlatih sampai akhirnya anda diam saja, mereka ingin bercerita. ini ketrampilan, harus dilatih. ✅

3. (Nita)
❔Tanya:
    Bu Septi, anak saya kls 2 Smp, dia sdh paham agama dan tau pahala dan dosa, cuma di depan saya dia terlihat agak pemalas dan sholat sering di tunda, tp alhamdulillah saya tanya2 ke temennya, katanya dia anak yg sholeha, pertanyaan saya apa yg salah dg saya ya bu....kok bisa berbeda di luar dan di dlm,terima kasih bu septi.
❕Jawab:
    Bunda Nita, bersabarlah, cari waktu untuk bisa ngobrol bersama 4 mata, mungkin ada yg dia sembunyikan atau proteskan di rumah, karena tidak berani mengungkapkannya, sehingga dia wujudkan dalam perilakunya yang berbeda ketika di dalam dan di luar rumah. Bunda perlu gali, sampai akhirnya anak mau menjalankan apa yang seharusnya dia lakukan. Teruslah menjadi sahabat anak. Sahabat itu paling seneng didengarkan keluhannya, tidak suka di "kepo"in.😊

4. (Amiyanti)
❔Tanya:
A. Bagaimana mengubah pola komunikasi dengan anak Balita yg terbiasa menurut bila dibentak atau dikasari terlebih dahulu? Contoh, anak nakal atau menyakiti saudaranya. Sudah diperingatkan/dinasehati terlebih dahulu tapi tetap tidak berhenti kecuali dibentak atau dicubit secara refleks, misalnya.
Terasa berpengaruh besar, ia menduplikasi hal tersebut.
Apakah kebiasaan anak bisa berubah nantinya?
B. Bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan Suami, atas sikapnya yang kurang baik terhadap istri. Tidak mau menerima saran/kritik. Serta tidak dapat pula meminta bantuan pihak luar untuk membantu menasehati Suami.
Hal ini berpengaruh terhadap perasaan ibu kepada anak-anak, sehingga ibu sering merasa lelah dan sedih. Yang juga mengakibatkan hubungan dan komunikasi ibu kepada anak-anak turut berubah negatif. Bagaimana menyampaikan perasaan yang ibu alami kepada mereka, agar mereka juga dapat memahami ibunya?
❕Jawab:
A. Bunda Amiyanti,ada anak yang menurut karena takut, dan ada anak yang menurut karena taat. Manakah yg paling kita inginkan? Tentu pilihan yang terakhir. Maka kuncinya berikan kepercayaan pada anak kita. Kemudian beri apresiasi saat anak menjalankan kebaikan, jangan hanya memergoki anak saat menjalankan kesalahan saja. Perbanyak apresiasi, kemudian lakukan false celebration, ajak mereka duduk, dan tanyakan sudah melakukan kesalahan apa, anak harus tahu dia salah apa, dia belajar apa dari kesalahan itu, kemudian bagaimana agar tidak terulang kembali.

B. Bunda, di Al Quran sdh jelas tertulis, Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sampai kaum tersebut mau mengubah dirinya sendiri. Maka untuk mengubah pola hubungan komunikasi suami kita, maka mulailah dari instropeksi diri kita terlebih dahulu apa yang harus saya perbaiki, istilah saya "memantaskan diri" terlebih dahulu, kemudian mohon kepada Allah Yang Maha membolak balikkan hati manusia, untuk membalikkan hati suami kita. Agar se"kufu" dengan perubahan yang sudah kita jalankan. Saya sangat percaya akan hal itu, dan prinsip ini sdh lama bekerja untuk perubahan pada diri saya✅

5. (Vivie)
❔Tanya:
    Bagaimana cara berkomunikasi dengan Mertua yang sering mengajak anak menonton film kartun. Sementara saya kurang setuju.
Karena saya tidak bisa mengungkapkan kekesalan pada Mertua, akhirnya anak yang kena imbas marah saya. Apa yang sebaiknya saya lakukan?
❕Jawab:
    Mbak vivie, kebayang ya jengkelnya saat tdk bisa mengungkapkan kemarahan kita. kuncinya hanya satu mbak "Alirkan rasa", berkomunikasilah dg mertua saat suasana hati mbak dan mertua sama-sama nyaman. Mulailah dg pertanyaan, " Mengapa eyang senaaaang sekali ajak cucunya nonton kartun? "dengarkanlah mertua dg hati kita. Selanjutnya tanyakan dari sisi anak, dan dengarkan lagi. kemudian introspeksi diri untuk ambil keputusan yg paling bijak. prinsipnya YOU Win I Win, bukan I Win dulu yg dipikirkan✅

6. (Mitsa)
❔Tanya:
    Usaha sy jasa titip belanja online. Bagaimana cara mengatur waktu antar kerjaan sama anak. Pagi bangun seperti biasa. Jam 7 anak sekolah. Jam 11 pulang.
Siang sepulang sekolah sy ajak anak2 ikut belanja, pulang larut malam jam 10... Gak ada art.
Suamipun kerja sampe malam, kadang kita pulang bareng.
Sampe rumah sy lanjut packing2 utk dikirim besok kadang sampe subuh baru bisa tidur.
Jd anak capek ikut nemenin belanja..
Bagaimana solusinya ya bun.. Sy blm bisa pake art, blm ketemu n blm cocok biaya bulanannya.
❕Jawab:
    Bunda Mitsa,  kerjakan aktivitas jualan online saat anak di sekolah atau saat mereka sdh tidur. kemudian saat harus belanja, maknai sbg proses belajar, bukan hanya menemani ibu belanja, hrs dibalik , kitalah yg menemani anak belajar di toko/ pasar. buat tema harian. dan fokus kita pada proses belajar anak. Kondisi spt mbak mitsa dulu saya alami ketika enes ara masih kecil tanpa Art, dan saya pedagang baju, belanja di tanah abang. Saya selalu buat tema belajar, yg lokasinya di tanah abang, seputar kain, baju, industri dll, pulang sampai rumah, saya letakkan belanjaan dan ngobrol dulu dg anak, apa yg sdh dipelajari di tanah abang tadi? hasilnya berbuah manis hari ini. yg membuat kemuliaan hidup saya bukan bajunya ternyata, tetapi kesungguhan saya mendidik anak dlm kondisi apapun✅

7. (Fitri)
❔Tanya:
    Bunda Septi, mohon masukan untuk mengawali "memantaskan diri" ketika akan memulai komunikasi produktif??
(Mohon masukan)
Karena takut salah, terkadang memilih diam ??
❕Jawab:
    Memantaskan diri itu memulai dengan meng-upgrade kemampuan kita dari hari ke hari. Misal 1 bulan ini saya ingin belajar "tidak marah" maka jalankan terus, latih terus. Diam itu tdk menyelesaikan masalah.✅

8. (Inten-HEbAT Banten)
❔Tanya:
    Mohon dijelaskan cara Transfer of Feelings kepada anak.
❕Jawab:
    Transfer of feelings itu lebih pada menanyakan perasaan bukan menginterograsi.

Contoh interograsi:
Belajar apa saja tadi di sekolah?
Lebih baik diganti dg :
"Bagaimana perasaanmu hari ini di sekolah?"
" Main apa saja dengan teman-teman tadi?" Bahagia?
Kemudian kalau anak cerita : "Mama aku benci banget sama bu guru hari ini, masak aku bla...bla..bla..
Biasanya kita menasehati:
Eee kakak jangan seperti itu sama bu guru, tidak baik bla..bla..bla
Akan lebih baik diganti dengan aliran rasa :
"Waaa kakak pasti sebel banget hari ini ya, boleh mama tahu, bagaimana prosesnya? bla..bla..bla..
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Alhamdulillahi Rabbil alamiin.
❤💜💙💛💚
© IIP TANGSEL
By Hani Khaerunnisa (co host)
IIP

IIP

Institut Ibu Profesional (IIP) adalah komunitas para ibu dan calon ibu yang selalu meningkatkan kualitas diri dan keluarganya dengan ilmu yang bermanfaat.Sehingga bisa Menjalankan aktivitas keluarga secara profesional. Web : www.ibuprofesional.com
Email: ibuprofesional@gmail.com
Telp: 0888 2500 440

Komentar