Peran Orang Tua Dalam Menumbuhkan dan Merawat Fitrah Anak

Saat ini terlalu banyak juga ajaran-ajaran parenting yang berkembang yang justru bersifat sangat merusak dalam pendidikan

Adriano Rusfi

Resume Kulwaps Grub Nasional HEbAT, 10 Maret 2016
Peran Orang tua Dalam Menumbuhkan dan Merawat Fitrah Anak

Menikah dan mendidik anak adalah peristiwa peradaban yg luar biasa baik kebahagiaannya, amanahnya maupun tanggungjawabnya. Kita harus meyakini dan menyadari bahwa tiada lembaga terbaik di muka bumi ini untuk mendidik genersi kecuali di keluarga dan jamaah/komunitas.

Fungsi pernikahan atau berkeluarga adalah mendidik anak dan membangun kepemimpinan/kemandirian berbasis potensi keluarga. Ketika kedua fungsi itu hilang, maka berakhirlah peran dan fungsi keluarga.

Di abad modern ini, nyaris di banyak keluarga atau rumah kedua misi dan fungsi tsb tercerabut dr rmh. Umumnya fungsi mendidik anak diserahkan kpd persekolahan, fungsi kepemimpinan/kemandirian/kewiraushaan diserahkan kpd industri di luar rumah.

Ketika amanah2 ini terlalaikan, maka terjadilah penyimpangan fitrah yg luar biasa dr anggota2 keluarga dan akhirnya secara massive mnjadi prmyimpangan sosial dan kejiwaan di masyarakat.

Tanya Jawab :

1⃣ Bunda Mela Kalimantan

Pertanyaan terkait topik no 2,

Sebagai ortu, tentu memiliki hasil parenting sebelumnya dari ortu mereka sendiri. Parenting yg di terima belum tentu semua baik. Jadinya seperti memiliki sampah masa lalu yang berpengaruh terhadap parenting selanjutnya ke anak2 sendiri, mis. mudah marah, terlalu mengatur dlsb. Adakah solusi yg bisa dilakukan oleh ortu untuk bisa membersihkan sampah masa lalunya?

Jawaban :
Bunda Melly dari Kalimantan, pengalaman pendidikan masa lalu yang diberikan oleh orang tua kita terhadap kita adalah sebuah warisan yang sangat berharga untuk mendidik anak-anak kita. 

Namun demikian pendidikan masa lalu itu tidak sepenuhnya benar. Bahkan jika orang tua kita sukses mendidik kita dengan caranya, belum tentu cara yang sama bisa juga kita gunakan terhadap anak-anak kita.

Untuk itu Mari kita gunakan fitrah kita, mari kita gunakan nurani kita sebagai manusia untuk memilah mana ajaran lama yang dapat kita gunakan dan mana ajaran lama yang harus kita buang 

Yang juga kita harus ingat adalah kita yang kaya dengan informasi tentang parenting jangan juga sampai terjebak kepada pendekatan-pendekatan akademis dalam mendidik anak kita
Saat ini terlalu banyak juga ajaran-ajaran parenting yang berkembang yang justru bersifat sangat merusak dalam pendidikan 

Allah Subhanahu Wa Ta ala telah mengilhamkan kepada kita cara cara mendidik anak yang benar. Galilah itu dari dalam diri kita Karena itu adalah pendidikan yang terbaik bagi mereka ✅
2⃣Ayah Choesnoel Hidayat - Banten

Bagaimana cara menjelaskan kepada orang tua/mertua tentang konsep HE/HS secara sederhana dan mudah dimengerti..

Sehingga mereka tidak khawatir terhadap masa depan cucu kesayangan mereka..

Terima kasih 🙏🏻😊

Ayah Choesnul Hidayat dari Banten, terhadap orang tua atau mertua kita, seringkali mereka hanya bisa diyakinkan dengan menceritakan hal-hal yang juga berhubungan dengan masa lalu. 

Mungkin kita bisa menyampaikan kepada mereka betapa banyaknya orang-orang di masa lalu yang menjadi hebat, yang menjadi berguna, yang menjadi luar biasa, padahal mereka sama sekali tidak bersekolah

Mungkin kisah Haji Agus Salim bisa kita ceritakan kepada mereka,  mungkin kisah Buya Hamka bisa juga kita ceritakan kepada mereka, dan banyak lagi kisah-kisah yang lain yang bisa kita sampaikan kepada mereka, bahwa kesuksesan manusia itu tidak ditentukan apakah dia di masa kecil bersekolah atau tidak
Sebaliknya Kita juga bisa menceritakan kepada orang tua dan mertua kita betapa banyaknya orang-orang yang mengikuti pendidikan persekolahan justru menjadi manusia-manusia yang gagal, menjadi manusia manusia yang tidak matang, menjadi manusia-manusia yang kekanak-kanakan dan menjadi manusia manusia yang tidak dewasa 

Kemudian kita juga bisa menunjukkan kepada orang tua dan mertua kita tentang prestasi prestasi yang bersifat "akademik dan sekolahan yang juga dapat dicapai oleh anak-anak kita, walaupun mereka tidak bersekolah. Misalnya mereka ternyata toh juga bisa membaca bisa menulis bisa berhitung bisa bersosialisasi dan sebagainya ✅
3⃣Ummu Habib, Depok
1. bagaimana caranya membangkitkan fitrah2 anak?
2. bagaimana dengan fitrah bakat, keimanan,potensi, belajar dan tahapan perkembangan anak dari fitrah ortu yang biasa biasa saja tanpa membangkitkan kesadaran fitrah orang tuanya?. Karena pada kasus kasus ortu yang tidak memiliki kesadaran tanpa fitrah mereka. Tapi banyak anak anak yang tumbuh menjadi orang yang berakhlak, orang yang berpotensi, dll.

Bunda Ummu Habib dari Depok, pada dasarnya Setiap anak sangat naluriah dalam mengeksplorasikan fitrah -fitrahnya. Bahkan sebenarnya tanpa dibangkitkanpun, fitrah mereka itu sudah tampil dengan sendirinya secara alami. Yang penting bagi kita sebagai orang tua adalah tidak menekan fitrah-fitrah tersebut sehingga fitrah tersebut tidak bisa muncul dan bangkit dalam keseharian mereka

Kemudian kita ke sama-sama tahu bahwa fitrah manusia itu adalah fitrah kebenaran. Jika kita menghadirkan kebenaran dalam kehidupan rumah tangga kita, maka pada dasarnya kebenaran itu sendiri akan merangsang fitrah anak-anak kita untuk tampil apa adanya.
Begitu juga dengan kecenderungan manusia akan kebaikan kecenderungan manusia akan keindahan. Mari kita tampilkan kebaikan dan keindahan itu dalam rumah kita, maka insya Allah fitrah manusia itu pun akan terbangkitkan dengan rangsangan rangsangan kebaikan dan keindahan dari dalam rumah

Yang kedua, itu memang benar bahwa selain membangkitkan fitrah anak kita juga harus membangkitkan Fitrah orang tuanya.
Pertama, orang tuan Allah telah berikan ilham tentang bagaimana cara mendidik anak-anaknya,  dan, kedua, orang tua juga punya fitrah  kemanusiaan, punya kecenderungan bahwa orang tua itu bisa marah , bisa sedih, bisa geram, bisa letih. Itu juga semua fitrah. Jangan sampai kita menekan dan membunuh fitrah orang tua demi fitrah anak.
Jika salah satu fitrah itu terkekang, pada dasarnya pendidikan itu tidak lagi menjadi pendidikan yang berbasis fitrah

Kita memang dalam mendidik anak itu perlu banyak belajar dari buku dari teori, dari tokoh, dari pakar. Tapi jangan lupa, belajar yang terbaik tentang fitrah pendidikan adalah belajar dari diri sendiri, belajar dari Ilham yang telah Allah tanamkan kepada kita ✅

4⃣ Abah Fikri - Tasik

Bagaimana menyelaraskan pemahaman ttg HE ke lingkungan anggota keluarga yg lain? Karena justru yg "menentang" kami untuk melaksanakan HE adalah keluarga terdekat.

Abah Fikri dari Tasik, kita harus menerima dan ikhlas terhadap kenyataan bahwa segala sesuatu yang baru akan selalu mendapatkan penentangan.
Hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk melawan segala penentangan itu adalah BUKTI. Dalam beberapa hal, kita tidak perlu terlalu reaktif dalam menghadapi penentangan penentangan dari lingkungan 

Mari kita buktikan saja bahwa ternyata pendidikan yang berbasis rumah bisa menghasilkan anak-anak yang lebih berkualitas daripada pendidikan berbasis sekolah
Dulu Sekolah Alam juga mendapatkan penentangan dan cibiran yang luar biasa dari lingkungan. Mereka dikhawatirkan tidak mampu mengikuti pembelajaran, apalagi yang bersifat akademik di pendidikan yang lebih tinggi.
Tapi sekarang terbukti bahwa lulusan-lulusan sekolah alam bukan sekadar mampu bersaing dengan lulusan lulusan pendidikan konvensional, tapi bahkan mereka mampu mengungguli mereka.

Lalu apa yang sekarang terjadi ? Justru Sekolah Alam menjadi sekolah yang belakangan sangat diminati oleh para orang tua dan berkembang di mana-mana
Jadi, bagi siapapun yang melakukan sebuah terobosan di awal, harus bersedia menjadi seorang pionir yang dikecam di sana sini ✅
5⃣ Ayah Imam- Banyumas

- Ingin tahu lebih lanjut ttg istilah penjejalan / outside in. Outside in seperti apakah yg dimaksud, yg sebaiknya kita hindari dlm proses mendidik sesuai fitrah?
- Praktek hypnotherapy untuk anak yg malas, yg ogah2.an ibadah, untuk mengarahkan perilaku anak, dll apakah jg termasuk dlm kategori penjejalan?
- Praktek hypno parenting seperti apakah yg selaras dgn proses pendidikan yg sesuai fitrah?

Ayah Imam dari Banyumas, tidak selalu dan tidak semua hal-hal yang berhubungan dengan outside-in itu adalah sesuatu yang negatif. Pada dasarnya ada hal-hal yang bersifat outside-in itu positif 

Mengajarkan anak Sholat itu adalah sesuatu yang bersifat outside-in, mengajarkan anak-anak membaca dan menghafalkan Alquran itu juga sesuatu yang bersifat outside-in.
Namun demikian,  mengingat bahwa pada diri setiap anak kita telah ada fitrah-fitrah kebaikan, maka dahulukanlah inside-out daripada outside-in

Satu contoh, dalam shalat ada yang namanya niat. Doronglah anak-anak untuk shalat melalui penumbuhan niat, melalui penekanan pada aspek motivasi, sehingga dengan demikian pada saat mereka diperintahkan untuk melakukan shalat maka mereka akan melakukannya dengan ikhlas

Jadi sekali lagi jangan juga terlalu alergi dengan hal-hal yang berhubungan atau berbau outside-in

Kelak pada saat anak berusia 10 tahun, maka jika mereka tidak shalat juga mereka boleh dipukul. Itu membuktikan bahwa pada saat-saat tertentu outside-in adalah sesuatu yang juga diperlukan
 Terus terang saya termasuk orang yang kurang terlalu setuju dengan pendekatan-pendekatan hipnosis  apakah itu yang namanya hipnoterapi, hypnoparenting atau hypno -hypno yang lain. Karena pendekatan hypno tersebut pada dasarnya merupakan upaya outside-in yang cenderung berlebihan. 

Ayahbunda sekalian, hakikat pendidikan adalah pengembangan perilaku berbasis kesadaran. Sedangkan segala hal yang berhubungan dengan penanganan perilaku berbasis hypno, itu sangat berorientasi pada intervensi terhadap alam bawah sadar.
Memang betul bahwa  pendekatan hipnoterapi maupun Hipno lainnya cukup efektif dalam melakukan perubahan perilaku tetapi biasanya dampaknya tidak berlangsung secara permanen

Secara kultural orang Indonesia termasuk orang yang sangat mudah diubah melalui hipnoterapi, hypnomarketing, hypnoparenting dan sebagainya, karena bangsa ini adalah bangsa yang bertipe saja

suggestable.

Tapi justru itu yang harus kita hindari dalam pendidikan anak-anak kita. Apakah kita ingin terus menerus anak-anak kita menjadi manusia yang suggestable
Jangan lupa, anak-anak yang sering mengalami hipnoterapi dan hypnoparenting, kelak dia akan mudah dihipnotis oleh orang lain, mudah kesurupan, mudah latah serta mudah terpengaruh dan ketularan ✅
HEbaT

HEbaT

Grup HEbAT (Home Education Based on Akhlaq and Talents) adalah Grup tempat saling belajar dan berbagi mengenai pendidikan yang memang sudah semestinya dijalankan keluarga dalam rumah. Pendidikan yang menumbuhkan fitrah, bukan mematikannya.
Bapak Harry Santosa (Praktisi HE sejak 1994 sekaligus founder MLC)
Ibu Septi Peni Wulandani (Praktisi HE sejak 1996, sekaligus founder IIP)
Bapak Adriano Rusfi, S.Psi (Praktisi HE, konsultan Pendidikan & PPSDM)

Komentar