Kulwaps : Family Strategic Planning

Ayahbunda yang baik, FSP ini alat. Sebuah alat akan bekerja baik manakala pemakainya mengerti bagaimana menggunakannya. Maka teruslah berlatih. Nikmati prosesnya, santai saja dan bangun suasana yang nyaman untuk semua

Dodik Mariyanto

Kulwaps ini diselenggarakan oleh HEbAT Sulawesi
FAMILY STRATEGIC PLANNING

Wah berat amat judulnya...? Apa memang perlu sebuah keluarga melakukan strategic planning? Kok kayak perusahaan? Mengalir saja-lah, ngga usah neko-neko.
Saya memang bukan air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah, mengikuti arah sungai begitu saja. Saya adalah nakhoda bahtera yang berlayar di atas air, perlu peta dan kompas agar saya dapat mengarahkan kemudi dengan baik, mensikapi badai dan karang yang menghalang di jalan. Begitu pemahaman saya atas wisdom Jawa -ngeli nanging ora keli- (mengalir tetapi tak terhanyut).

Keluarga adalah amanah, dipertanggungjawabkan dunia akherat. Keluarga itu surga atau neraka kita, dunia dan akherat, kini dan juga nanti. Maka keluarga pantas kita jalankan secara bersungguh-sungguh, dengan segala ilmu dan resources yang kita miliki. Bersungguh-sungguh tak mesti tegang, formal atau dahi berkerut; sebaliknya kita dapat menjalaninya dengan gembira, nyaman dan penuh sukacita.

Sedari kecil kita sudah sering ditanya tentang cita-cita. Jawaban apapun dari mulut kecil kita disambut dengan tawa dan tepuk tangan riang. Sayang, hal itu hanya sampai disana. Sedikit dari kita yang kemudian menatanya dengan seksama, sehingga banyak dari kita yang hidup jauh dari apa yang dicita-citakan. Bersyukurlah anda bila menjadi yang sedikit itu.

Family strategic planning dilakukan bersama sekeluarga dalam upaya mewujudkan -A HomeTeam-, keluarga yang membuat Anda nyaman dan bahagia hidup d dalamnya, dan juga membuat Anda tenang dan tenteram saat mesti meninggalkannya. Keluarga yang tak menyisakan penyesalan karena Anda sudah melakukan yang terbaik dan tak memunculkan kekuatiran manakala Anda mesti terlebih dulu meninggalkan dunia ini.

Meski mengambil gagasan dari apa yang diterapkan di perusahaan namun tidak serta merta proses tahapannya sama, karena keluarga memang berbeda dengan perusahaan. Mari kita simak beberapa karakteristiknya:
Perusahaan dan Keluarga sama-sama kumpulan orang yang memiliki tujuan, berusaha untuk bisa bertahan hidup, ingin berkembang, juga bisa mati, sama-sama memerlukan resources, berproses, ada interaksi antar elemen-elemennya, dan menghasilkan sesuatu. Perusahaan dan Keluarga adalah sama-sama sebuah sistem, yang berada dan berinteraksi dengan lingkungannya, memiliki faktor pendukung dan juga faktor penghambat, kawan dan lawan.

Namun demikian Keluarga dan Perusahaan berbeda pada banyak hal. Perusahaan berorientasi profit, Keluarga berorientasi pendidikan menuju kemandirian dan kebahagiaan. Perusahaan anggotanya memiliki tingkat kedewasaan yang sama, Keluarga bisa terdiri dari anak-anak, dewasa dan mungkin juga orang yang sudah tua. Perusahaan tidak diniatkan untuk punya ikatan seumur hidup, bila tidak cocok bisa setiap saat berganti. Keluarga diniatkan untuk seumur hidup, anggotanya tak bisa berganti-ganti semaunya. Dan masih banyak yang lainnya.
Keluarga dimulai dari dua orang dewasa yang mengikatkan diri menjadi satu, yang dibesarkan puluhan tahun dalam lingkungan yang berbeda, cara yang berbeda dan jalan yang berbeda. Keduanya membutuhkan banyak media dan aktivitas untuk mengokohkan diri (lihat: -A HomeTeam-)

Family strategic planning adalah salah satu media KOMUNIKASI keluarga sekaligus sarana PENDIDIKAN anggotanya.

1. Tentukan waktu khusus 2 - 3 hari untuk menyepi, keluar dari zona Anda biasa hidup. Anda bisa memilih moment tahun baru, ultah pernikahan, Ramadhan dll.
2. Tentukan PIC (Person in Charge, penanggung jawab acara), yang lain patuh pada arahan PIC
3. Diskusikan sekeluarga persiapan yang diperlukan: Kemana, apa saja kegiatannya, perlengkapan yang diperlukan, berapa anggarannya, apa peran setiap anggota keluarga, dll.
4. Apa yang akan dibahas?
  • a/      Apa yang sudah bagus kita kerjakan di tahun ini? Hasil apa yang telah kita capai?
  • b/     Pengalaman apa yang paling seru? Bagaimana perasaan setiap anggota keluarga?
  • c/ Tahun depan ingin tema apa? Gunakan bahasa yang menggetarkan untuk mengekspresikannya. Misal, kita ingin menumbuhkan semangat pantang menyerah ==> Manjadda wajadda! Atau berani mencoba hal baru ==> Its okay to make mistakes, I learn from my mistakes.
  • d/   Setiap anggota keluarga mempresentasikan/menceritakan apa yang ingin diraihnya dan akan dilakukannya di tahun depan. Support apa yang diperlukannya untuk mewujudkan itu
  • e/   Setelah semuanya selesai, diskusikan sinergi yang dapat dilakukan, menata resources keluarga, dan bagaimana mengelola anggarannya.

5. Dokumentasikan dengan baik semuanya.
6. Tutup dengan gembira dan ceria!

Nah ini baru awal. Bagaimana memastikan rencana itu akan terlaksana?

Sesi Tanya-Jawab :

1⃣ Ayah Angga, Kendari

Saya baru memiliki satu anak (laki-laki) usia jalan 10 bln. Mohon tanggapan dan masukannya terkait planning yg saya & istri biasa jalankan.
1. Planning keseharian : Membiasakan anak bangun jam 04:30, membacakan ayat alquran, menemani bermain, memberikan makan dan susu.

2. Planning mingguan :
Mengajak anak dan istri liburan. Dalam bentuk : Keliling kota saja, berenang, berbelanja ke pasar / Hypermart, bermain serta lari di minggu pagi ditaman kota, menemani istri ke acara pengajian.

3. Planning ke luar kota atau liburan, saya selalu mengajak istri dan anak saya : jika saya dinas luar kota, jika saya training, jika saya cuti dan jika hari raya lebaran, dan jika ingin bersilatuhrami (kunjungi kerabat, keluarga dan orang tua)

4. Saya masih bingung terkait Planning untuk menjalankan HE atau memasukan ke Taman Bermain yang islami ataupun sekolah alam?

5. Bagaimana tanggapan pak Dodik terkait maraknya sekolah islami bertaraf internasional ataupun yang di Pimpin oleh Ustad yang Ternama dan Baik, seperti sekolah Ustad Yusuf Mansur...

Demikian rutinitas dan pertanyaan yg ingin saya utarakan....terima kasih
 1⃣ Ayahanda sudah membuat rencana dengan baik.
Saya tidak berkompeten memberi opini tentang sekolah2 yang disebutkan.
Silakan ditimbang apakah cocok dengan values keluarga dan baik untuk perkembangan ananda✅

 2⃣ Bunda Dini, Bau Bau

Pak Dodik yg dirahmati Allah...
1. Siapa saja yang terlibat dalam perumusan Family Strategic Planning? Apakah Ayah dan Bundanya saja, atau melibatkan anak anak? Jika anak anak sudah bisa dilibatkan, sejak usia berapa?

2. Pada awal menikah, kami sempat membuat visi misi dan target tahunan yang ingin dicapai dalam 5 tahun pertama. Tapi semakin ke sini, kok ya semangat semacam ini mulai berkurang. Jadi lebih banyak mengalir begitu saja tanpa perencanaan. Ada tips untuk menumbuhkan kembali semangat mengelola perencanaan strategis keluarga?

2⃣ Amin, terima kasih.
1. Seluruh anggota keluarga dilibatkan. Anak2 libatkan sejak dini, sekalipun bayi. Biarkan ia mendengarkan dan merasakan aura ayah bundanya berdiskusi ttg keluarga. Nanti setahap demi setahap ditingkatkan peran dan tanggung jawabnya.
2. Apakah ayah bunda mendapat manfaat dari adanya perencanaan yg baik? Jika manfaatnya tidak signifikan, maka cenderung akan ditinggalkan.✅
3⃣ Ayah Indra, Palopo

Assalamualaikum Pak Dodik. Saya Ayah Indra dari Palopo. Melakukan Family Strategic Planing itu memang diperlukan perjuangan seluruh anggota keluarga (ini yang saya rasakan), tetapi melaksanakan apa yang sudah direncanakan itu jauh membutuhkan perjuangan baik fisik, materi, pemikiran, kejiwaan. Bahkan lebih berat bila dibanding dengan menjalankan rencana perusahaan. Adakah tips atau cara yang keluarga pak Dodik lakukan agar Family Strategic Planing bisa lebih efektif dan efisien dalam pembuatan dan pelaksanaannya?

3⃣ Wa alaikumsalam ww.
Bila komunikasi berjalan baik, hangat dan jelas maka penyusunan rencana akan lebih mudah. Bangun komunikasi yang cocok utk keluarga.
Agar rencana berjalan dengan baik perlu monitoring (kita bahas pada sesi berikutnya)✅
4⃣ Bunda Ina, Semarang

1. Anak mulai usia berapa bisa diajak sharing mengenai strategic planning?
2. Bgmn menyikapi perbedaan misi dan tujuan dgn pasangan terkait dgn strat plan tsb?
Terima kasih
4⃣ 1. Sudah dijawab 👆🏻
2. Jangan bosan ngobrol dan diskusi. Komunikasi yang baik akan menjembatani beragam perbedaan. Gunakan berbagai media untuk mengoptimumkan komunikasi ayahbunda dan anak2✅
5⃣ Inna ummu aisyah, Semarang

1. Family strategic planning meliputi aspek apa saja, ekonomi.pendidikan sosial budaya agama atau dibuat secara umum seperti perusahaan yang bergerak pada satu bidang usaha?

2. Kapan bisa dilakukan, apakah setelah anggota keluarga anak2 sdh berusia baligh atau bisa dimulai sebelum memiliki anak??

5⃣ 1. Aspek yang bunda pikir penting untuk dibicarakan, disusun rencananya dan dilaksanakan untuk kemajuan keluarga dan kebahagiaan seluruh anggotanya, dunia akherat.
Di dalamnya terkait hal2 yang akan dikerjakan, tujuan/targetnya, anggarannya, penanggung jawabnya, pihak2 yang dapat mensupport, waktu pelaksaan dan lain2 hal yang diperlukan.
2. Semakin cepat semakin baik. Tentang usia lihat 👆🏻✅
6⃣ Lala, semarang

 Assalamualaikum pak Dodik,

a. Terkait dg keterbatasan dana bagi kami orang tua dlm belajar. Jk ada family gathering/seminar/workshop parenting berbayar apalgi jk luar kota & hrs menginap,  sebaiknya istri ato suami yg sebaiknya berangkat? Bgm jk dalam hal ini istri yg lbh semangat dlm belajar.

b. Bnyk dlm keluarga2 muslim, ayah blm melakukan halaqah utk keluarganya, sdgkan anak smakin beranjak besar. Dlm hal ini jk ibu ingin mengambil peran ini tp terkandala kemampuan, bisakah pak dodik beri contoh2 halaqah yg sederhana utk di keluarga muslim.
Jazakumullah bapak,
semoga Allah senantiasa merahmati bapak & keluarga indonesia

6⃣ Wa alaikumsalam ww.
A. Siapa yang lebih kuat leadership di keluarga bunda? Ia yang sebaiknya diprioritaskan, nanti sharing dengan yg lain sekaligus memandu kegiatan FSP.
B. Bunda bisa melakukannya. Manfaatkan waktu2 bersama (we-time), pilih tempat yang disukai dan nyaman bagi semua.
Bentuknya bisa bervariasi, bunda yang lebih paham mana yang  cocok untuk ananda✅
7⃣ Noni_HEbAT Tangerang

Terimakasih atas kesempatannya pak Dodik Maryanto,
Pertanyaannya... Apakah dalam Family Strategic Planning setiap anggota keluarga harus mempunyai VisiMisi sendiri2 atau cukup kepala keluarga saja yang lain mengikuti..?
Jika masing2 anggota keluarga memiliki VisiMisi bagaimana menyatukannya dan mana yang harus didahulukan melaksanakan VisiMisinya..?

7⃣ Keluarga mendiskusikan yang menjadi visimisi bersama.
Setiap anggota menetapkan apa yang menjadi tujuannya pribadi dan hal2 yang akan dikerjakannya yang merupakan perwujudan dari visimisi bersama.
Kemudian presentasikan di hadapan semuanya agar yang lain tahu bilamana bantuannya diperlukan atau bila ingin mendukung cita2 saudaranya✅
8⃣ Bunda Putri, Semarang

Assalamualaikum pak dodik. Maaf banyak pertanyaan.
1. Apakah diusia balita sudah bisa dilakukan strategic planning ini?

2. Sudah 2x membuat tapi kok temanya yang keluar seperti target2 rencana kami ya pak? Mendapatkan yg "menggelagar" kok kesulitan *mungkin kurang piknik* 😂

3. Jika terkendala biaya dari hasil yang didiskusikan , baiknya menurunkan standart atau menunda pak?

4. Apa yg dilakukan terhadap rencana yg kurang memuaskan hasilnya atau blm dilakukan?

5. Perlu evaluasi ga? Jika perlu, Evaluasi dilakukan di akhir thn atau saat ada yg perlu dievaluasi pak?
Terimakasih 😃

8⃣ wa alaykumsalam ww
1. Lihat 👆🏻
2. Bisa sesekali barengan dengan keluarga lain agar mendapat penyemangat.
3. Tergantung kasusnya. Diskusikan saja langkah terbaik yg mesti dilakukan. Bunda yg lebih tahu
4. Timbang: Apakah perlu dilakukan ulang (ditingkatkan) atau ganti dengan yg lain.
5. Perlu, akhir tahun. Agar evaluasi bermakna maka perlu menjalankan monitoring dengan baik (pembahasan sesi berikutnya)✅
9⃣ Bunda Rima, Banyumas

Assalamualaikum pak Dodik
Bagaimana jika rencana yg telah dibuat tidak tercapai? Bolehkah dibuat reward and punishment ?

9⃣ wa alaikumsalam ww
FSP ini gunanya adalah untuk proses pembelajaran agar anak2 dapat mandiri dan meningkatkan kehangatan keluarga.
Kami tidak menggunakan reward n punishment, kami memilih menggunakan apresiasi untuk menyangatkan pencapaian dan false celebration bilamana ada hal yang keluar jalur (ada pada sesi apresiasi)✅
🔟 Ayah Muji, Bekasi

d/ Setiap anggota keluarga mempresentasikan/menceritakan apa yang ingin diraihnya dan akan dilakukannya di tahun depan. Support apa yang diperlukannya untuk mewujudkan itu.

Pak Dodik, untuk anak anak usia di bawah 8 tahun, bagaimana cara menstimulasi presentasinya?

🔟 dengan gambar, dipandu oleh ayahbunda untuk menjelaskannya✅
1⃣1⃣ Ayah Halim, Kendari

Pertanyaan
Sekarang ini semua telah berjalan. Anak2 ada yg sekolah, belum sekolah dan bahkan masih bayi. Perencanaan biasanya dibuat sebelum segala sesuatu blm terjadi. Gimana cara menetapkan sebuah rencana yg bisa mengakomodir semua itu . Apa langkah2 yg ditempuh untuk memulai dan mensinergikan semua yg telah berjalan dgn rutin agar perencanaan yg dibuat bisa maksimal?

1⃣1⃣ Tetapkan starting point. FSP bisa dikerjakan setiap tahun (lihat tahap2an pada akhir tulisan pengantar).
Detilnya ayahbunda mesti melihat dan berlatih✅
1⃣2⃣ Bunda NN

1. Dlm menetapkan family strategic planning. Apakah ayah harus dominan? Bgmn jika bunda yg lbh semangat shg ayah hanya ikut saja?

2. Bgmn jika anggota kel yg lain (dlm 1rmh ada nenek kakek & saudara) cenderung cuek, berbeda kesukaan & kumpul hanya saat perlu saja? Apakah hrs dilibatkan dlm  family strategic planning? Terimakasih
1⃣2⃣ Tidak harus ayah. Keluarga itu berbagi peran, jangan saling tunggu dan berharap yang lain yang akan mengerjakannya
2. Sebaiknya ya, agar selaras tatanilainya dan hal2 yang dikerjakan. Maka jangan bosan berkomunikasi, menyambung silaturahmi demi perkembangan ananda dan keluarga.✅ 
 1⃣3⃣ Bunda Siwi, Jogja

Ayah Dodik yang selalu dicintai ALLAH,, jadi ga masalah ya...kalau yang jadi leader itu ibu dalam sebuah FSP, tentunya ketika Ayah telah Ridho. Keluarga kami telah menemukan family core missionnya yaitu Diamond Heart,, menjadi pribadi yang memiliki Diamond heart,, hati penuh kasih. Saat ini kami belum memiliki putra. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana mengenalkan misi keluarga kelak jika ternyata ananda tidak memiliki bakat/ karakter caring maupung serving. Apakah misi keluarga harus berubah? Ataukah ananda diminta u mengikuti yang sdh ada?

1⃣3⃣ Apakah diamond heart mensyaratkan caring?
Caring itu bisa dilatih dan ditumbuhkan. Ortunya berikan saja contoh, anak akan mengikuti.✅
1⃣4⃣ Bunda Dini

Mengapa sebagian Ayah, agak malas jika diajak berdiskusi tentang Perencanaan Strategis?
Biasanya yang semangat ikut seminar/belajar parenting adalah para ibu.. Kira kira kenapa ya pak? Ada tips untuk menarik minat para ayah mengambil porsi yg lebih banyak dalam perencanaan strategis keluarga?

1⃣4⃣ Saya tidak tahu. Jika ayahanda malas diajak diskusi, tanyakan saja langsung kepada ybs. Itu lebih baik daripada sekedar menduga2, lalu sampaikan apa yg bunda harapkan dan bunda pikir baik untuk keluarga. Obrolkan dengan santai dalam suasana yg nyaman. Hindari seperti sedang berada di pengadilan, mencari siapa benar siapa salah✅

Penutup : 


Ayahbunda yang baik, FSP ini alat. Sebuah alat akan bekerja baik manakala pemakainya mengerti bagaimana menggunakannya. Maka teruslah berlatih.
Nikmati prosesnya, santai saja dan bangun suasana yang nyaman untuk semua
Lihat dan cermati mana yang berjalan baik dan mana yang masih perlu ditingkatkan atau diubah cara menjalaninya. Lalu kerjakan
Semoga alat ini dapat meningkatkan upaya kita dalam menggapai keluarga yang sakinah mawaddah warohmah
Sukses selalu
Wassalamualaikum ww

Tahukah Anda ?

Pak Dodik Mariyanto adalah suami ibu Septi Peni Wulandani, Ayah dari Elan, Ara dan Enes. Bu Septi Peni pernah diundang TransTV dan disiarkan LIVE bersama Anies Baswedan, Pak Anies (Mendikbud) salut kepada keluarga beliau. Rekaman acara TV ini kami dokumentasikan dalam blog ini, anda bisa menontonya dengan klik Septi Peni Wulandani
Selanjutnya, anak beliau juga diundang oleh TransTV, Ara menceritakan project Sapi-nya kepada penonton, anda bisa menyaksikan rekaman acara ini dengan klik Ara, LIVE TransTV

Selain Ara, ibu Septi Peni juga menerapkan HomeEducation terhadap Elan sehingga ia menjadi pembicara termuda ICDS di Jepang. Bagaimanakah penerapan HomeEducation pada Elan? simak kisahnya dengan klik Elan, SoBike

HEbaT

HEbaT

Grup HEbAT (Home Education Based on Akhlaq and Talents) adalah Grup tempat saling belajar dan berbagi mengenai pendidikan yang memang sudah semestinya dijalankan keluarga dalam rumah. Pendidikan yang menumbuhkan fitrah, bukan mematikannya.
Bapak Harry Santosa (Praktisi HE sejak 1994 sekaligus founder MLC)
Ibu Septi Peni Wulandani (Praktisi HE sejak 1996, sekaligus founder IIP)
Bapak Adriano Rusfi, S.Psi (Praktisi HE, konsultan Pendidikan & PPSDM)

Komentar