Talent Mapping bersama Kang Firman (Bandung)

Sejauh ini, TM memang termasuk yang paling bagus, efektif, dan akurat. Kalau kita sudah mengenal talents kita sendiri, barulah dengan sendirinya kita jadi lebih mampu mengenali talents anak.

Muhammad Firman

Bincang santai "TALENTS" Group Bdg1 HEbAT On CBE

Sabtu, 20 PEBRUARI 2016

Narasumber: ayah Muhammad Firman
Moderator : bunda Ema Maemunah

πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘

Saya mulai dari Urgensi Talents ya. Pertama, yang paling penting untuk kita perjelas dalam pikiran atau konsep kita masing -masing adalah "APA itu talents".

Kalau dalam pikiran kita masih ada persepsi bahwa "talents" adalah potensi tambahan, kelebihan, bonus, sesuatu yang ada di sebagian orang saja.. MAKA kita harus melepaskan persepsi itu dulu.

Yang sesungguhnya adalah : talents adalah gambaran sifat diri setiap orang. gambaran pola pikir, pola perasaan, dan pola perilaku kita sehari-hari. Artinya : setiap orang dalam dirinya pasti ada talents. DAN, setiap orang pasti hidup dengan talents nya masing-masing.

Maka : mengenal talents adalah kebutuhan setiap orang. mengenal talents adalah bagian penting dari mengenal diri sendiri. Hanya dengan mengenal talents, kita bisa memahami diri dan menemukan bentuk hidup yang bermakna, yang bahagia, serta yang produktif. Dengan mengenal talents kita bisa mengajarkan kepada orang lain yang hidup bersama kita, bagaimana kita ingin dihargai, diterima, dipercaya, diberi peran, diperlakukan. Dan juga saat kita mau mengenal talents orang lain, misalnya pasangan kita atau anak kita, maka kita bisa memahami bagaimana cara mereka berpikir, merasa, dan berperilaku. bagaimana mereka ingin diperlakukan, diberi peranan, dipercaya, diterima, dan dihargai.

Memahami talents yang ada dalam diri kita sendiri dan yang ada dalam diri orang-orang yang hidup bersama kita adalah awalan dari hidup yang otentik, yang "menjadi diri sendiri", dan juga awal dari hidup yang selaras serta bermakna. Mengenal talents adalah kebutuhan setiap orang.

Demikian sebagai pemaparan awal dari saya. Tambahan : sebaliknya saat kita tidak mengenal talents, banyak kesalahan pilihan, perlakuan, dan serta kesalahpahaman dalam hubungan intepersonal berawal dari sini.

πŸ”‘πŸ”‘πŸ”‘πŸ”‘

1⃣ Apa untuk mencari talent harus didekatkan dengan semua aktivitas dulu ? Misalnya diajarkan menyanyi, menggambar, bahasa asing sampai les begitu dan kalau ternyata bagus itu talentnya ? Atau ada cara lain ?

🌟 Talents itu adanya di dalam diri seseorang. bisa dilihat dan dikenalinya melalui cara seseorang beraktivitas. jadi memang jalan paling efektif untuk mengenal talents seseorang adalah dengan memberi kesempatan orang tersebut mencoba banyak aktivitas. Hanya saja yang perlu kita pahami lebih jauh adalah : mengenali talents itu tidak harus dengan aktivitas-aktivitas khusus seperti menyanyi, menggambar, bahasa, olahraga,...
Artinya kita masih salah persepsi tentang apa itu talents/bakat..  talents ada 34 jenis. dan mengasahnya bisa dengan aktivitas sehari-hari seperti membereskan rumah dan kamar, memelihara tanaman, menata ruangan, memperbaiki pipa air, dll..
 Walaupun memang aktivitas-aktivitas di luar rumah pun bisa sangat bermanfaat bagi anak. Sederhananya, kita memang mesti mengenal dulu apa itu 34 bakat/talents yang ada. setelah itu baru kita bisa membayangkan bagaimana kita membantu anak menemukan, mengenali, dan mengembangkan bakatnya βœ…


2⃣ Kalau dalam Islam sendiri, konsep talents ini seperti apa ya Kang?

🌟 Kalau dalam Islam, salah satu ayat AlQuran yang terkait langsung dengan bakat adalah Surat Al Isra ayat 84, mohon koreksi jika saya keliru.
Dalam ayat tersebut Allah menyampaikan bahwa setiap orang itu memang akan dimudahkan di jalannya masing-masing. dan tentu kemudahan tersebut ada tujuannya : agar kita bisa memberikan manfaat yang terbaik bagi seluruh alam. Rahmatan Lil Aalamiin.
Singkat kata, Allah pun sudah memberi tahu kita bahwa setiap orang akan dianugrahi jalan kemudahan untuk berperan dan berkarya. Tinggal tanggung jawab kita masing-masing untuk berusaha menemukan jalan tersebut, dan mengasah diri untuk bisa memberikan yang terbaik di jalan tersebut βœ…

3⃣ Apa kebutuhan tau talent nya apa juga harus dimiliki oleh orang tua? Jika iya bagaimana caranya?mengingat banyak sekali orang tua yang jika ditanya kekuatan/kelebihannya dimana pada ngga tau n ngga yakin

🌟 Benar, mengenal talents justru harus dimulai oleh kita para orangtua. Mengapa? karena justru kitalah yang sedang ada dalam fase usia produktif.
Apakah kita sudah mengenal talents kita sendiri? apa kita sudah menemukan dan mampu memanfaatkan talents kita?
Banyak masalah yang kita hadapi di dalam diri kita sendiri, atau dengan pasangan kita yang sangat terkait erat dengan pemahaman kita akan talents kita dan talents pasangan kita.
Sebagai contoh : bagaimana gaya pengasuhan kita di rumah? apakah semua ayah harus seperti Pak Dodik? Apakah setiap ibu harus seperti Bu Septi atau Teh Kiki Barkiah?
Pada kenyataannya, pasti ada yang berbeda dan unik dari diri kita sendiri. Kalo belum benar-benar kenal diri sendiri, kita bisa merasa bingung, saya harus seperti apa sih? harus jadi bagaimana?
Belum lagi terkait menciptakan keselarasan dan saling memahami dengan pasangan.
Jadi mengenal talents bukan sekedar "kita mau jadi apa?" atau "anak kita bakal jadi apa?" Mengenal talents itu awalnya adalah "saya ini siapa?, saya ini seperti apa?"
 Untuk kita yang sudah dewasa dan "sudah jadi" ini, cara paling mudah untuk mengenali diri memang dengan alat bantu Assessment Kepribadian.  Talents Mapping adalah salah satu yang bisa digunakan.
Sejauh ini, TM memang termasuk yang paling bagus, efektif, dan akurat. Kalau kita sudah mengenal talents kita sendiri, barulah dengan sendirinya kita jadi lebih mampu mengenali talents anak. Karena kita jadi lebih tahu apa yang perlu diamati dari anak kita.βœ…

4⃣ Kalau untuk anak 3 tahunan,taunya kita itu talent dan dia enjoy dg kegiatan itu gmn ya melihatnya..haturnuhun

🌟 Untuk anak usia 3 tahun, sebenarnya kita belum perlu secara khusus mengamati talents. Kita perlu memahami bahwa pada setiap tahapan usia, ada target-target perkembangan.
Bagaimana kesehatan fisiknya. bagaimana kemampuan motoriknya. bagaimana kemampuan bicaranya. bagaimana toilet trainingnya.
Jadi di usia balita, kita masih fokus pada tugas perkembangan dasarnya.
Selama dasar dasar perkembangan fisik mental spiritualnya bagus, maka begitu memasuki usia 6 dan 7 tahun, aspek kepribadiannya akan mulai mekar dengan sehat. Di usia 6-7 tahun inilah kita sudah bisa mulai lebih banyak mengamati bibit bibit talents.
Jadi kalau kita bayangkan menu hidup sehari-hari seorang anak berusia 3 tahun, saya rasa belum perlu ada tinjauan khusus terkait talents. ada hal-hal yang jauh lebih penting dan mendesak di usia tersebut, seperti beberapa yang saya sebutkan di atas : perkembangan fisik, motorik, kognitif, emosi, dan spiritual. βœ…

5⃣ Kemarin disebutkan ttg 4E: Enjoy, Easy, Excellent, Earn. Bila kita punya bbrp passion...ada passion yg kita rasa ingin kita prioritaskan...tp sebenarnya bidang tsb kurang earn....apakah its okay? Baru nanti kalo yg satu itu sdh oke...kita nambah fokus ke passion satu lg yg lebih Earn. Terimakasih.

🌟 Pertama, maksud Earn di sini tidak langsung terkait seberapa dia menghasilkan secara finansial. tapi lebih tentang produktivitas.
Contohnya : ada seorang pemuda yang jago main game. buat dia, main game itu Easy dan Enjoy. Lalu akhirnya Excellent. Masalahnya adalah apakah dengan ngegame ini dia produktif tidak? apakah dia mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat buat orang lain?
Kalau ada yang berkata : "dengan jago main game saya bisa ikut kompetisi dan dapat uang", itu bukan maksud Earn yang Abah Rama sampaikan. Earn di sini bukan sekedar tentang "dapat uang". tapi tentang "produktivitas dan manfaat bagi orang lain"
Jadi kalau tentang memilih bakat dan passion mana yang perlu dikembangkan dan diprioritaskan, seperti yang Abah Rama sampaikan kemarin, patokannya adalah : mana yang paling memberi manfaat buat orang lain, baik itu dalam keluarga kita, ataupun di luar keluarga. βœ…

6⃣ Idealnya usia brpkah seseorang seharusnya sudah memahami talent nya, agar tdk terjadi kesalhan memilih di masa dpn nya?

🌟Selanjutnya tentang usia berapa sebaiknya seseorang sudah mengenal bakatnya :
kemarin Abah Rama sudah sempat membahas tentang hal ini. Sebaiknya di usia 15 atau 16 talents sudah terlihat jelas dan sudah terasah. Atau bisa juga kita katakan : di usia Aqil Baligh.
Dengan bakat yang sudah terasah, seorang anak sudah bisa mandiri dan memenuhi kewajibannya sebagai manusia yang sudah aqil baligh. Kalau dikaitkan dengan jenjang pendidikan formal : di akhir usia SMP.
Jadi memilih jalan pendidikan dan karir itu bukan setelah SMA, tapi setelah SMP. βœ…

7⃣ boleh dijabarin ke34 talent itu apa aja?

🌟 deskripsi 34 talents bisa langsung didownload dari sumber primernya, dari Gallup. Berikut ini linknya: http://www.gallup.com/poll/166991/clifton-strengthsfinder-theme-descriptions-pdf.aspx

8⃣ Kang...Apakah TM untuk anak2, sama dg dewasa ?

🌟 Kalau Assessment TM, yang full assessment itu untuk orang dewasa. Adapun untuk anak-anak atau remaja, untuk membantu kita para orangtua memandu tumbuh kembang anak, bisa digunakan assessment TM yang sederhananya, lebih dikenal sebagai Assessment Strenght Typology 30 (ST 30). -> ST30 yg di temubakat.com

9⃣ Apa anak2 paham ga ya atas pertanyaan di ST30? Usia berapa anak2 bisa mengisi ST30 tsb?

🌟Seperti yang Abah sampaikan kemarin, itu kembali pada anaknya. Ada anak usia 8 tahun sudah bisa menjawab assessment ST 30 dengan yakin dan hasilnya konsisten dengan kenyataan yang teramati sehari hari. namun ada juga orang dewasa yang masih bingung saat mengisi assessment ini.
Jadi yang penting beri kesempatan anak memperkaya pengalaman dengan terlibat dalam berbagai aktivitas.
Kemarin sempat dibahas juga tentang Pandu 45, itu gambaran sederhana tentang apa saja pilihan yang bisa diambil untuk pengayaan pengalaman aktivitas anak. Jika anak sudah punya banyak pengalaman di usia 9 atau 10, bisa jadi dia sudah siap mengisi ST 30.
beberapa pekan lalu saya baru saja memfasilitasi assessment ST 30 di SMP Sekolah Alam Bandung. Usia 12-14. ada yang mudah dan yakin mengisinya, ada juga yang masih bingung. Jadi kembali ke anaknya βœ…

πŸ”Ÿ Td disebutkan Mengenal bakat itu awalnya dari mengenal diri ini siapa? Lalu bgmna cara membantu anak mengenal dirinya siapa dan seperti apa? Hatur nuhun

🌟 Membantu anak mengenal dirinya sendiri adalah dengan membantu anak mengenali dan memahami bagaimana pola pikir, pola perasaan, dan pola perilakunya sehari-hari. Agar lebih mudah, kita melihatnya dari apa saja aktivitas yang terasa mudah dan menyenangkan bagi sang anak.
Misalnya : ada anak yang senang mengumpulkan teman-temannya lalu ia mengajak mereka untuk bermain bersama. sang anak itulah yang menentukan kelompoknya main apa, main di mana, bagaimana cara mainnya... sang anak memang menikmati situasi dan peran seperti itu.
Nah, itu adalah contoh aktivitas yang mudah dan menyenangkan bagi sang anak. bisa jadi, anak tersebut memang berbakat menjadi commander atau arranger.
Contoh lain : ada seorang anak yang senang menata buku buku koleksinya. lalu dia menata perabotan dan perkakas milik ibunya di dapur. ternyata dia memang menyukai kerapian. dia suka saat semua benda ada di tempatnya. bahkan dia yang suka menegur kakaknya yang tidak rapi, atau menegur bapaknya yang sepulang kerja selalu melepaskan sepatu begitu saja πŸ˜„ sangat mungkin anak tersebut berbakat sebagai administrator.
Itu contohnya Bu. Mangga kalau ada tanggapan. barangkali ada yang belum jelas. βœ…

πŸ™‹πŸ» Tanggapan: Jadi lebih mudahnya ke aktifitas harian ya kang?

:: Iya Bu Meidianawati, cukup dengan aktivitas sehari-hari kita bisa mengenal dan membantu anak mengembangkan bakat. Dengan syarat kita sudah memahami 34 Bakat dan 30 Tipologi.

1⃣1⃣ Apakah ada perbedaan tuntutan dan tahap usia utk menggali talent ini, pd anak perempuan dan laki2?
Sy berpikiran...lk2 dan pr punya perbedaan tugas. Ada hal2 yg ingin sy kenalkan pd anak2, tak peduli mereka punya passion disana atau tidak. πŸ˜„misal: memasak, menghafal Quran, dan bhs arab. Is it okay?

🌟 Oh iya Bu, dalam hidup ini ada hal-hal yang menjadi kewajiban dan keharusan. untuk itu, orangtua perlu membantu anak untuk mampu memenuhinya. Contohnya : sholat tepat waktu di masjid. meski saya sejujurnya lemah dalam bakat Discipline, yang membuat saya kesulitan untuk berurusan dengan jadwal waktu yang ketat, saya tetap harus berusaha maksimal memenuhi kewajiban di atas.
Jadi dalam hidup ini juga ada bagian-bagian yang dikhususkan untuk laki-laki dan wanita. maka kita pun perlu membantu anak-anak kita untuk memenuhi apa yang oleh Pak Hary Santosa disebut sebagai Fitrah Gender.
Paling yang perlu kita perhatikan adalah : saat anak-anak kita menghafalkan Quran atau belajar bahasa arab, tingkat kecepatan masing masing anak dalam menghafal atau memahami bahasa Arab bisa berbeda. Nah kita perlu lebih rileks dan memaklumi perbedaan ini. βœ…

1⃣2⃣ Apakah utk mengetahui talent anak kita bisa melakukannya sendiri d rumah atau harus melalui bantuan lembaga?

🌟 Untuk mengetahui bakat anak, dengan bantuan lembaga ataupun tidak, pada akhirnya kita sebagai orangtua tetap harus melakukannya. Dan bukan hanya sekali saja sekedar "untuk tahu". Kita harus tahu, dan harus mengembangkannya secara berkelanjutan.
Saya rasa kita kita cukup senang mengamati perilaku anak, kita bisa melakukannya sendiri. Bantuan lembaga adalah faktor pendukung saja. Jika kesulitan melakukannya sendiri, barulah kita mencari alat bantu.
Alat bantu seperti Talents Mapping memang bisa memudahkan kita mengenali anak kita, dan bisa menghemat waktu. sehingga kita tidak sekedar menebak nebak dalam memahami bakat anak. βœ…

πŸ™‹πŸ» Tanggapan: Berarti orang tua harus faham dulu hal tsb ya... Kemudian maksud dari assesment yg dimaksud akang itu bagaimana? Bisa dikasih bocoran gak brp harga utk melakukan TM?

:: Untuk biaya assessment TM biayanya berkisar antara 250 - 400 ribu tergantung situasinya. kalau melakukan assessmen TM bersamaan dengan pelaksanaan Training TM tentu berbeda kalau melakukan assessment TM sendirian.
Biaya di atas itu pun baru biaya assessment saja. Biasanya ada juga yang menyediakan jasa tambahan berupa sesi interpretasi dan konsultasinya. βœ…

1⃣3⃣ Untuk anak balita kita hrs mengenalkan banyak aktftas kan yaaa, ketika anak mengerjakan suatu aktftas tapi dia nampak kesal dlm mengerjakan hal itu misal nya saat kesulitan menyusun lego, puzzle dsb. Apa yg sebaiknya kita lakukan? #asumsi sya klo aktftas anak2 itu hrs yg mmbuat nya happy

🌟 Dalam mengamati anak-anak kita beraktivitas, sebenarnya kita perlu melihatnya tidak hanya dari sudut pandang pengembangan bakat saja. Terlebih saat anak masih usia balita.
Kesulitan saat bermain lego, juga seperti kesulitan saat anak menggunakan sendok dan garpu untuk belajar makan sendiri, bisa jadi adalah kesulitan yang justru harus dia lalui dan hadapi.
Maksud dari "aktivitas anak-anak haruslah yang membuatnya happy" ini terkait aktivitas optional yang akan dipersering dengan tujuan mengembangkan bakat. Unsur easy dan enjoy memang adalah unsur dasar dalam pembentukan bakat. Karena bakat ini kaitannya dengan karakter kinerja. dalam hal apa anak kita bisa memiliki kinerja yang unggul dan unik.
Namun lain lagi jika kita sedang ingin mendidik habit anak terkait karakter moral. easy dan enjoy dalam habit terkait moralitas, etika, dan aturan agama adalah hasil yang akan didapat di belakang.. bukan syarat yang harus ada sejak awal.
Pendidikan Karakter Kinerja (ini yang terkait bakat) adalah hal yang berbeda dengan Pendidikan Karakter Moral (ini terkait akhlak). βœ…

1⃣4⃣ Pak Firman, Apa perbedaan Assessment TM dengan Training TM?

🌟Terkait Assessment TM dan Training TM. Assessment TM maksudnya kita menggunakan Talents Mapping untuk mengetahui gambaran Bakat kita. Kalau Training TM adalah Training untuk memahami konsep, metode, dan aplikasi Talents Mapping.
 Kebetulan kami di Bandung sedang menyiapkan event Training Talents Mapping. Insya Allah diadakan pada tanggal 5-6 Maret 2016 ini, menghadirkan Abah Rama langsung.
Untuk ayah bunda di sini yang ingin lebih memahami segala hal terkait bakat, mangga bisa ikut hadir di Training tersebut. Event ini bisa diadakan juga hasil kerjasama dengan komunitas HEbAT ini.βœ…

Tahukah anda? Tallents Mapping ditemukan oleh Abah Rama

Abah Rama pernah berbagi ilmu dengan kita via kuliah whatsapp mengenai Talents Mapping, silahkan klik Tallents Mapping untuk melihat resume kulwaps tersebut

HEbaT

HEbaT

Grup HEbAT (Home Education Based on Akhlaq and Talents) adalah Grup tempat saling belajar dan berbagi mengenai pendidikan yang memang sudah semestinya dijalankan keluarga dalam rumah. Pendidikan yang menumbuhkan fitrah, bukan mematikannya.
Bapak Harry Santosa (Praktisi HE sejak 1994 sekaligus founder MLC)
Ibu Septi Peni Wulandani (Praktisi HE sejak 1996, sekaligus founder IIP)
Bapak Adriano Rusfi, S.Psi (Praktisi HE, konsultan Pendidikan & PPSDM)

Komentar