Kasus Audrey, Pencegahan Untuk Anak Kita

Akar penyebab kasus kasus kriminal abg dan pemuda selalu pada hal berikut, Audrey #JusticeForAudrey

ABZ (15), siswi SMP di Pontianak, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh 12 siswi SMA. Aksi pengeroyokan itu terbilang sadis. Beruntung, aksi brutal itu terlihat oleh warga, yang bergegas melerai. Korban kemudian melapor ke Polresta Pontianak. Dalam Laporan Polisi (LP) bernomor LP/662/IV/RES.1.18/2019/KALBAR/RESTA PTK Tanggal 8 April 2019, saksi korban berinisial ABZ. Kasus pengeroyokan terhadap seorang remaja berusia 14 tahun bernama Audrey di Pontianak mendadak jadi viral dengan tagar “Justice for Audrey”.


Simpati untuk Audrey serta kemarahan kepada para pelaku yang berjumlah 12 orang ramai-ramai diunggah dengan tagar Justice For Audrey #JusticeForAudrey. Tak terima dengan kasus kekerasan terhadap siswa SMP itu, warganet pun membuat petisi online di laman Change.org. Petisi online tersebut ditujukan untuk Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) untuk tidak menyelesaikan kasus dengan akhir damai. “Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) berharap ini berakhir damai demi masa depan para pelaku. Kenapa korban kekerasan seperti ini harus damai?” ujar pembuat petisi, Fachira Anindy, dalam petisi tersebut seperti dikutip dari change.org. Sang pembuat petisi mempertanyakan, mengapa korban kekerasan harus damai. “Pelaku harus diadili dan kalau bersalah, kirim ke penjara anak,” tulisnya.

sebelumnya terkait #JusticeForAudrey

Tanpa mengurangi rasa kepedulian kami kepada korban dan pelaku kasus #JusticeForAudrey yang terjadi, kami menghimpun dan mengoleksi berbagai artikel terkait kenakalan remaja, persekusi dan bullying guna meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan dini. Artikel kami himpun dari berbagai sudut pandang dan kami update secara bertahap, berikut adalah beberapa artikel tersebut :


Ingin Anak Anak Selamat, Segera Sambut Amanat

Oleh: Ustadz Harry Santosa

Setiap mendengar kasus kenakalan abg dan kejahatan pemuda, dari mulai bully, perkosaan, sampai pembunuhan dsbnya kita seolah tercekat ngeri, khawatir menimpa anak anak kita sendiri.

Sayangnya walau kasus seperti itu makin sering terjadi, namun kita hanya bagai orang makan sambel, hanya terkaget kaget kepedesan atau miris sesaat, prihatin, berdoa agar anak kita tidak terkena musibah mengerikan itu lalu kemudian alih alih taubat dengan berani menyambut panggilan menjadi ayahbunda yg baik, kita bahkan cepat melupakannya dan mengulangi lagi kesalahan yg sama yg sesungguhnya menjadi akar penyebabnya.

⛔ Akar penyebab kasus kasus kriminal abg dan pemuda selalu pada hal berikut:

Para orangtua menganggap jika anak sdh disekolahkan apalagi sekolah fullday agama bahkan sudah disterilkan di pondok, maka selesailah pendidikan semuanya.

Padahal persekolahan itu wilayah pengajaran bukan penumbuhan dan pemuliaan. Hari ini kita sadar betul bahwa tersekolahkan dengan baik (wellschooled) belum tentu terdidik dengan baik (welleducated).

Dalam Islam ada perbedaan mendasar antara penumbuhan fitrah (Tarbiyah), penanaman atau pemuliaan adab (Ta’dib) dan pengajaran ilmu (Ta’lim). Menganggap persekolahan adalah pendidikan akan sangat fatal bagi masa depan anak anak kita.

Orangtua tidak mau menyambut fitrah keayahbundaan, atau tak menyambut panggilan utk menjadi ayah ibu sejati yg berani dan mampu merancang pendidikan anak anaknya sendiri sesuai fitrahnya.

Semua berita kriminalitas anak dan pemuda malah semakin membuatnya makin surut dan makin pandai menitip anak, melepas tamggungjawab, bukan membuatnya semakin berani menikmati panggilan sebagai ayah ibu sejati yang diamanahi mendidik fitrah anak anaknya.

Padahal anak anak yg fitrahnya tumbuh paripurna, ia akan bercahaya dan berdaulat di ruang manapun, bagai ikan hidup di samudra luas, yg tak akan pernah asin tubuhnya walau berenang di air garam setiap hari.

Orangtua tak mau berkomunitas dalam mendidik. Merasa paling pandai atau merasa egois, yg penting “anak gue” aman aman saja, tak peduli pada anak teman dan tetangga.

Padahal tak peduli pd pendidikan anak anak teman dan tetangga, sama saja menyiapkan musuh, pembully, bahkan pembunuh bagi anak kita di masa depan.

Mari jadikan semua peristiwa dan musibah keburukan itu sebagai pemicu dan teguran untuk berani menyambut panggilan menjadi ayah bunda sejati untuk menumbuhkan fitrah, untuk memuliakan adab dan untuk mempesonakan ilmu pada anak anak kita, lalu bergerak bersama komunutas untuk mengantarkan anak dan pemuda kita kepada peran peradaban terbaik dengan semulia mulia adab.

Salam Pendidikan Peradaban
#fitrahbasededucation
#fitrahbasedlife

🔰 Disusun Oleh:
Tim Sekretariat HEbAT Bandung Raya


SAVE Pendidikan Indonesia

Oleh Iin Savitry #BundaBidadari

Kasus bullying Audrey yang sampai dalam tahap mengerikan (asli ga sampai di akal sehat saya, ko bisa gerombolan perempuan usia SMU mengeroyok satu anak SMP hingga dilukai kemaluannya??? Apa yang ada dalam benak mereka ketika melakukan kejahatan itu??😡) tapi pelakunya malah sempat selfie di kantor polisi??? Sungguh berita menyedihkan ini membuat diri ini miris.

Savitry Indrawardhany

Juga soal USBN senbud level SMP, menambah catatan keburukan di negeri ini. Menambah panjang catatan kebodohan yang ditorehkan oleh penguasa negeri ini. Dari pembuatan taman, perayaan hari, penamaan maksa dan terdengar begitu suangaattt bodoh ( ga berkelas bangeeettt dan sudah bikin malu anak SD seusia ‘Ulya yang baru belajar mikir!!! ) dari program salah satu capres kemarin. Masih merasa santai saja kah kita?

Masih merasa santai ketawa ketiwi? Ya Allah…

Ini negeri kita lho. Ini anak-anak kita yang ujian lho! Cape-cape disekolahin, untuk naik tingkatnya dikasih pertanyaan-pertanyaan super idiot seperti ituuu??? Pertanyaan seputar KPop apalagi soal isi film tentang lelaki gagal total itu (Dilan 1991, red) itu gakan bikin anak jadi bermanfaat bagi dirinya sendiri lho, apalagi bagi negara. Bikin malu aja sih yang bikin soal itu!!

Seni budaya lho, sedangkan negeri kita kaya dengan berbagai nilai seni budaya yang memperkaya rasa dan membawa nilai-nilai luhur.

Ketika dunia pendidikan di negeri kita sudah diobrak- abrik sampai di titik nadir seperti ini, masihkah kita diam???

  • Selamatkan HATI NURANI kita!
  • Selamatkan AKAL SEHAT kita!
  • Selamatkan KELUARGA dan ANAK CUCU kita!
  • Selamatkan dunia pendidikan di negeri kita!
  • Selamatkan NEGERI kita!

Aku MARAH!!😡 AKU MENANGIS😭😭😭

Seorang ibu yang masih bersedih atas hilangnya hati nurani dan akal sehat di negeri ini😢

  • Iin Savitry, #BundaBidadari –

Update Kasus Audrey

Jumat (29/3/2019) sekira pukul 14.30 WIB : Terjadi Kasus tersebut

Jumat (5/4/2019) keluarga korban melapor ke Polsek Pontianak Selatan dan dilakukan mediasi kepada para pelaku namun tidak ada etikat baik dari pelaku

Minggu (7/4/2019) “Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) berharap ini berakhir damai demi masa depan para pelaku. Kenapa korban kekerasan seperti ini harus damai?” pernyataan KPAD. Lawyer Senior Hotman Paris memberi perhatian kepada kasus ini

Senin (8/4/2019) hashtag twitter #justiceForAudrey mulai viral hingga trending topic dunia, awalnya netizen mengira hastag ini adalah hastag kasus luar negeri. Berkas laporan polisi dilimpahkan ke Polresta Pontianak – Kanit PPA Polresta Pontianak . Petisi online change.org diisi oleh ribuan netizen menuntut keadilan hukum bagi para pelaku

Selasa (9/4/2019) Para pelaku dimintai keterangan oleh Polda Kalbar, pelaku membuat video bumerang snapgram dengan ekspresi merasa tidak bersalah

Rabu (10/4/2019) polisi menetapkan 3 orang pelaku sebagai tersangka, visum terhadap korban menghasilkan beberapa poin : Alat kelamin, selaput dara atau hymen, intact. Tidak tampak luka robek atau memar. 3 Tersangka melakukan press con dan menyebutkan beberapa poin dalam pengakuanya : “Jadi kami tidak mengeroyok Aud. Kami berkelahi satu lawan satu”, “Kami menyesal dan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada korban, pihak keluarga, dan masyarakat umum “

Jumat (12/4/2019) Muncul hashtag twitter #audreyjugabersalah sebagai trending topic menyoroti aktifitas media sosial korban

CantikCerdas

CantikCerdas

Produsen #RokCelanaAnak yang concern fokus terhadap permasalahan kaum hawa, saat ini kami memfokuskan diri dalam dunia anak-anak dengan semangat CantikCerdasin Indonesia WA : 0816 616 029

Komentar