Homeschooling - Episode Melatih Kedewasaan dan Kemandirian

Sebagai orang tua, pernahkah kita membicarakan, mendiskusikan, membimbing dan merencanakan apa yang akan dilakukan anak-anak jika orangtua telah tiada? Topik ini termasuk topik yang seringkali dihindari dalam pembicaraan anggota keluarga. Padahal sebagai manusia yang fana, orang tua harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Teh Patra

Sebagai orang tua, pernahkah kita membicarakan, mendiskusikan, membimbing dan merencanakan apa yang akan dilakukan anak-anak jika orangtua telah tiada? Topik ini termasuk topik yang seringkali dihindari dalam pembicaraan anggota keluarga. Padahal sebagai manusia yang fana, orang tua harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk. 

 

Meninggalkan anak-anak dalam jangka waktu yang cukup lama merupakan tantangan yang sangat luar biasa. Terlebih bagi kami yang menerapkan homeschooling untuk anak-anak. Soal perasaan, tidak usah ditanya...saya hanyalah seorang ibu yang terkadang mellow juga :). Apalagi saat harus meninggalkan putra yang masih selalu membuntuti ibunya sepanjang hari. Maka kami pun menyelenggarakan rapat umum luar biasa untuk menghadapinya. 

 

Poin pertama yang dibahas adalah : Apa yang harus kalian lakukan jika kami tidak kembali? Walaupun anak-anak sudah tau resiko ini, mendengarnya dijadikan topik bahasan tetap saja memberi efek kejut yang tidak terhindarkan. Mungkin kami tidak ingin hal buruk terjadi. Tapi rencana tetap harus dibuat. Walaupun dengan mata berkaca-kaca dan jantung yang berdetak lebih cepat, pembicaraan harus dituntaskan. 

 

Hal pertama yang perlu dituntaskan adalah aspek finansial. Maka kami menerangkan pada anak-anak aset apa saja yang akan mereka miliki sepeninggal kami. Dimana beradanya, bagaimana mendapatkannya, dan bagaimana mengelolanya agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk survive.Kami juga menjelaskan mengenai pengeluran rutin yang harus  mereka siapkan dan bagaimana mengaturnya agar aset tidak habis sebelum waktunya. Terutama biaya yang harus dipersiapkan untuk pendidikan.

 

Hal kedua adalah aspek pengasuhan dan tanggungjawab. Siapa yang dipilih menjadi wali, dan siapa yang akan  menjadi tulang punggung keluarga. Salah satu kemungkinan yang kami sampaikan adalah bahwa Akhyar sebagai anak sulung harus menanggung adik-adiknya, sehingga ada kemungkinan dia harus menunda kuliahnya untuk mencari nafkah. 

 

Hal ketiga adalah mengenai siapa saja yang dapat mereka hubungi untuk memperoleh bantuan konsultasi, bimbingan dan arahan, terutama terkait pemindahan metoda dari homeschooling ke sekolah formal..karena homeschooling akan sulit dilakukan jika orangtua tiada. 

 

Poin kedua yang kami bahas adalah mengenai rencana belajar. Bagaimanapun, salah satu kondisi yang paling tidak ideal dalam kegiatan belajar mengajar adalah ketiadaan guru/mentor. Dalam kondisi ini, anak-anak dituntut untuk bisa melakukan banyak hal secara mandiri. Persiapan yang dilakukan harus benar-benar terencana. Maka setiap anak harus membuat lesson plan selama ketiadaan guru. Materi, jadwal, sampai kebutuhan dana untuk tiap aktivitas harus sudah disampaikan sebelum kami berangkat. Termasuk jadwal bermain, penggunaan gadget, hal-hal yang harus dilakukan, dihindari dan terlarang. Mereka juga dituntut untuk bisa bekerjasama dan saling tolong menolong untuk memudahkan proses belajar. Apalagi ada kemungkinan Arsyad akan menempuh ujian Paket A saat kami berangkat. 

 

Poin ketiga yang kami bahas adalah pengaturan rumahtangga dan keuangan selama kami pergi. Dalam hal ini tanggung jawab pengelolaan keuangan diserahkan pada Afra yang telah berpengalaman mengatur keuangan dan bisnis selama beberapa tahun terakhir. Kami juga membahas berbagai pengaturan kegiatan kerumahtanggaan, pembagian tugas, tanggung jawab dan piket harian.Pada dasarnya, tidak banyak yang akan berubah, kecuali bahwa mereka dituntut untuk lebih dewasa dan mampu mengendalikan diri. Karena sebagai orang tua kami tidak bisa mengawasi, maka tanggung jawab diserahkan pada masing-masing pribadi dengan mengingatkan bahwa Allah yang Maha Melihat akan melakukan pengawasan yang jauh lebih baik daripada orangtua. Kami yakin, taqdir apa pun yang Allah tetapkan akan memberi banyak hikmah dan pelajaran. Insya Allah, taqdir keberangkatan ini kami yakini sebagai cara untuk memompa kemandirian dan melontarkan anak-anak kami pada kedewasaan.Bismillahi tawakkalnaa 'ala Allah...Laa haula wa laa quwwata illa biLlah..

HSMN

HSMN

Home Schooling Muslim Nusantara adalah Komunitas pendidikan keluarga muslim yg berbasis al-quran dan sunnah. Berbasis WA Group dan Facebook
http://hsmuslimnusantara.wordpress.com

Komentar