Resume : LGBT Marak, Apa Sikap Kita? (ILC)

3 hal penting yg berpengaruh adl Parents, Peers, Lingkungan. Sudahlah ketiganya tdk jelas, agama disubkontrakkan kpd orang lain. Pemahaman, pengenalan agama luput dr orang tua. Faktor ayah sgt signifikan. Negara kita fatherless country. Kurang peran ayah!

Elly Risman


Disebarkan dari Group Nas. HEbAT,
oleh Ibu Rita, Ibu Arifah, Pak Syaheed, Pak Abdul Muqiet, dll.

Elly Risman

Seks dan seksualitas itu berbeda...
seks adalah alat kelamin dan permasalahan yg ada seputar keduanya..
Seksualitas adl bgmn tampilan sso..

5 tahap perkembangan yg harus diperhatikan orangtua, yg seringkali luput adl perkembangan seksualitas. ..
Usia kritis 3-4 thn bagaimana anak didandani, dsb..

3 hal penting yg berpengaruh:

  • Parents
  • Peers
  • Lingkungan


Sudahlah ketiganya tdk jelas, agama disubkontrakkan kpd orang lain. Pemahaman, pengenalan agama luput dr orang tua.

Faktor ayah sgt signifikan.
Negara kita fatherless country.  Kurang peran ayah..

Terakhir adl pornografi, saat ini siapa yg tdk bisa melihat, tdk punya gadget dan bahayanya adalah paparan pornogragi.

Yg dilihat anak kegiatan seks sejenis yg sedang marak, keluar cairan dopamin yg membuat anak kecanduan.
Otaknya blm bersambungan, shg terjadi kerusakan otak.

Jgn sampai kemudian beralih ke perilaku seks menyimpang.

Dr. Fidiansyah 

Selama ini terjadi dikotomi antara ilmu pengetahuan dan menghilangkan aspek spiritualitas. Padahal aspek kesehatan mental itu mencakup fisik, psikis dan spiritual.

LGBT itu masih termasuk gangguan jiwa dalam ilmu psikiatri. Ada dalam textbook.

Membuat sebuah diagnosis tidak berarti diskriminasi, justru ketika terjadi sesuatu yg dialami kami ingin membantu.
Ada proses konseling dan terapi. Ada 4 aspek:

  • Biologi
  • Psikologi
  • Kognitif
  • Modifikasi perilaku sosial lingkungan

dan jika permasalahannya pada pemahaman agama maka dibantu untuk kembali pada pemahaman agama. Semua harus holistik.

Apa bisa LGBT menular?
Bisa....

Perilaku manusia mengikuti pola kemudian menjadi karakter dan pembiasaan sehingga melekat.
Dr. Darmawan A. Purnama (Psikiater seksual dan perkawinan)

Tujuan psikiater membantu. Menurut WHO gangguan itu klo ada disfungsi dan distress.

Di buku saku hal 111-115 ada ttg gangguan jiwa. Tapi intinya apakah org yg disebut dgn LGB-T (putus karena T nya jelas2 gangguan, yg LGB ada cat bahwa itu orientasi).
Orang dgn LGB-T harus dilihat apakah ada disfungsi dan distress?

Ada yg namanya dorongan seksual dan perilaku seksual.
Dalam textbook, dorongan seksual bisa diargumenkan ada kelainan di otak. Dlm hal ini dorongan tidak bisa memilih. Ada pasien laki2 usia 5,5 thn ereksi klo melihat pakaian dlm laki2...

Ada 1 pasien biseksual, sudah menikah tp klo melihat remaja laki2 ia ingin kenalan, bermain dgnnya...
Lalu dianalogikan oleh sy..
Sy heteroseksual, tapi tidak serta merta dorongan seksual itu harus diikuti. Karena  terikat perkawinan.

Klo yg homoseksual murni sulit utk diubah.

Perlu ada pendidikan pranikah, bagaimana mempersiapkan diri mendidik anak, mengasuh anak. Sayangnya di Indonesia pendidikan seksual pun blm ada.

Kaum LGB-T harus dibantu, yg tidak boleh itu propagandanya....
Seperti kata Bu Erlinda dari KPAI bagaimana propaganda LGBT yang memberikan informasi yg tidak benar kpd anak2 bahkan disertai pornografi.

Fahira Idris

Propaganda:

  • Mencintai sesama jenis itu biasa
  • Perilaku seks sejenis itu wajar


Endingnya mereka ingin dilegalkannya pernikahan sesama jenis.

Setiap gerakan pasti ada targetnya. Ini bukan sesuatu yg biasa2 saja. Komnas HAM hendaknya bukan hanya menghormati kaum yg minoritas saja tp juga yg mayoritas. Indonesia saat ini proyek terbesar untuk LGBT.
Harga mati, propaganda LGBT thd anak harus dihentikan.

Indonesia butuh regulasi. Pergerakan LGBT sudah sangat masif. Undang2 yg ada belum mencukupi. Regulasinya adl melarang propaganda LGBT. Harus disediakan rehabilitasi.

Bicara IKAPI
Ada 2 kasus

  • Organisasi yg menyebarkan buku "saya bangga menjadi lesbi"
  • Buku yg dikeluarkan salah satu penerbit ttg LGBT.


Jadi IKAPI harus mau menyortir.

Masyarakat jg hendaknya mau membantu mengarahkan.
HEbaT

HEbaT

Grup HEbAT (Home Education Based on Akhlaq and Talents) adalah Grup tempat saling belajar dan berbagi mengenai pendidikan yang memang sudah semestinya dijalankan keluarga dalam rumah. Pendidikan yang menumbuhkan fitrah, bukan mematikannya.
Bapak Harry Santosa (Praktisi HE sejak 1994 sekaligus founder MLC)
Ibu Septi Peni Wulandani (Praktisi HE sejak 1996, sekaligus founder IIP)
Bapak Adriano Rusfi, S.Psi (Praktisi HE, konsultan Pendidikan & PPSDM)

Komentar