Ara, Muda dan Kreatif

Ternyata tugas kita sebagai orangtua adalah MENEMANI anak-anak menemukan jalan suksesnya, bukan menjadikan dia sebagai apa, menjudge dengan satu cara sukses, atau bahkan lebih parah menitipkan mimpi kita ke anak-anak.

Ibu Ara

MUNCULNYA SANG INTEGRATOR

Ara Kusuma selalu dikenal dengan "SUSU dan SAPI", Karena memang sejak kecil anak ini paling suka dengan susu dan sapi. Mulai dari mengumpulkan pernak-pernik tentang sapi, minum susu sapi sampai main di pasar sapi bersama para blantik-blantik sapi.
Hal inilah yang memicunya untuk menjalankan project based learningnya di bidang persapian, dengan nama "MOO S PROJECT", yang dimulai saat usia 10 th. Aktivitas selengkapnya bisa dilihat disini
 

Moo Project ini dijalankannya selama 4 tahun di desa Sukorejo, Boyolali. Di projek inilah Ara banyak belajar, mulai dari budaya di pedesaan, komunikasi pedesaan, sampai menggerakkan desa incorporation. Tugas utama yang dia lakukan saat itu adalah sebagai integrator, menghubungkan berbagai macam orang hebat untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak. Salah satu contoh, Ara menghubungi dosen peternakan di UNS Solo, Prof Soeharto, untuk hadir di desanya dan memberikan pembinaan ke para peternak. Kemudian kerjasama dengan pemerintahan setempat untuk menyelenggarakan berbagai event pedesaan. Mendatangkan para ahli masak, untuk mengajari cara mengelola susu, agar keluar dari desa tidak dalam kondisi bahan mentah.Mendatangkan para tamu-tamu dari luar untuk berwisata ke desanya.

Tugas saya,lagi-lagi menemani jalan-jalan ke UNS (Universitas Sebelas Maret) untuk bertemu dengan Prof. Soeharto (yang saya sendiri juga baru kenal saat itu), jalan-jalan ke pasar sapi, meski tidak tahan dengan baunya.Intinya cuma jalan-jalan 

Tugas bapaknya , sekali lagi melatihkan struktur berpikir, mengkristalisasikan gagasan, menjadi mentor selama ara menjalani projek.Memanage perasaan saat ara mengalami naik turun emosinya.
Selama menjalankan projek, Ara menjadi semakin paham, ternyata orang-orang Indonesia itu pintar memproduksi tetapi kurang lihai dalam memasarkan. Akhirnya pengalaman ini yang membuat Ara memutuskan untuk mengambil jurusan marketing saat kuliahnya.

Setelah selesai kuliah, apakah Ara menekuni dunia persapian kembali? sekali lagi saya katakan ternyata TIDAK. Tahun ini Ara lulus dari S1 nya dan memutuskan dirinya untuk menjalankan peran INTEGRATOR. Januari 2016 ini Ara Kusuma membuat usahanya sendiri dengan nama URtravelearners. Klien pertamanya adalah 20 siswa dari Korea, yang ingin belajar tentang social enterpreneur di Indonesia. 

Maka mulailah Ara menjalin hubungan dengan Ashoka Foundation, meminta list para social enterpreneur di Indonesia. Menghubunginya satu persatu, mengarrange aktivitas, membuat janji, dan mendampingi para pelajar Korea berkeliling 12 hari di Indonesia. Sang mentorpun sudah bukan lagi ayah ibunya, melainkan ada satu orang yang ahli di eco-tourism dan satu lagi di bidang Halal-Tourism, yang menjadi tempat Ara berdiskusi setiap saat menyampaikan gagasannya sebagai sang integrator.

Ternyata tugas kita sebagai orangtua adalah MENEMANI anak-anak menemukan jalan suksesnya, bukan menjadikan dia sebagai apa, menjudge dengan satu cara sukses, atau bahkan lebih parah menitipkan mimpi kita ke anak-anak.

Tahukah Anda ?

Ara diundang di TransTV dalam program LIVE with TrioLestari, anda bisa menonton rekaman video acara ini dengan klik Ara, LIVE TransTV

Selain Ara, ibu Septi Peni juga menerapkan HomeEducation terhadap Elan sehingga ia menjadi pembicara termuda ICDS di Jepang. Bagaimanakah penerapan HomeEducation pada Elan? simak kisahnya dengan klik Elan, SoBike

Sebelumnya, Ara dan Elan pernah di undang di acara yang sama bersama Anies Baswedan (Mendikbud). Saat LIVE di TransTV Anies Baswedan salut dengan pola pengasuhan dan pendidikan yang dilakukan ibu Septi Peni. Apa yang membuat Mendikbud salut? temukan jawabanya saat anda menonton sendiri rekaman acara tersebut dengan klik Anies Baswedan

Septi Peni Wulandani

Septi Peni Wulandani

Praktisi HomeEducation dan aktif menebar inspirasi agar ibu-ibu lebih profesional dalam mendidik anak.
- Penggagas Jarimatika
- Pendiri Institut Ibu Profesional
- Abaca-baca, metode belajar membaca.
- Jari Quran, metode belajar Al Quran.
- Padepokan Lebah Putih, sekolah formal ramah anak.
- Komunitas Belajar Cantrik, komunitas para orangtua homeschooling.
https://www.facebook.com/septipw

Komentar