TOLERANSI BANCI

Wrote by: Ustadz Adriano Rusfi

Tadi pagi aku sarapan di restoran hotel ditemani alunan lagu-lagu perjuangan. Satu diantaranya berkisah tentang seorang gadis muda yang berjuang bersama para pemuda, “Di Tapal Batas Bekasi”

Ia dipuji… Ia tak dicerca dan dihina karena keluar dari fitrah keperempuanannya. Ia dapatkan haknya untuk memperoleh toleransi, karena kondisi dan situasi memaksanya kawal negara bak lelaki.

Namun, di penghujung lagu akhirnya sang gadis diminta untuk “dengarlah panggilan ibu… Sawah-ladang rindu menanti akan sumbangan baktimu… Kembali ke pangkuan bunda… berbakti kita di ladang”.

Sungguh, lagu ini ajarkan toleransi dan prinsip sekaligus dengan cara yang indah. Ia tak pantangkan toleransi karena kekakuan sebuah prinsip. Ia juga tak mengacak-acak prinsip atas nama toleransi banci

Adriano Rusfi

Adriano Rusfi

Psikolog
Konsultan SDM & Pendidikann
Praktisi dan SME HEbAT (Home Education based Akhlaq and Talents)
Gerakan Indonesia Bersekolah
Yayasan Rumah Ilmu Indonesia, Bandung
Islamic Psychology Community (IPCom)
Lab IDE, Sungailiat, Bangka
Yayasan Psikologi Malang
Ikatan Guru Indonesia (IGI)
Center for Betterment of Education (CBE)
Dewan Pakar Masjid Salman ITB
https://www.facebook.com/profile.php?id=100006131836949

Komentar