Ketika Si Kecil Mulai Membantah

Menurut para ahli, fase berkata 'Tidak' pada anak merupakan fase normal yang menunjukkan perkembangan kognitifnya lebih matang

Sebel nggak sih, Bun? ketika Si Kecil mulai suka bilang ‘Nggak Mau’, ‘No’, Atau kekeh surekeh ketika di mintai tolong atau di minta mengerjakan sesuatu?

Sabar ya, Bund! Fase itu akan berlalu seiring bertambahnya usia anak.

Menurut para ahli, fase berkata ‘Tidak’ pada anak merupakan fase normal yang menunjukkan perkembangan kognitifnya lebih matang.

Namun, perlu disikapi secara bijak agar tidak menjadi kebiasaan yang dianggap benar atau membuat BAPER berkepanjangan.

7 langkah Menyikapi Kebiasaan Si Kecil yang Suka Membantah

1⃣ Berusaha Menjadi Teladan

Terkadang anak belajar membantah dari lingkungan. Lihat Anak tetangga depan kekeh berkata ‘Tidak’ sambil teriak-teriak, bisa menjadi Inspirasi untuk melakukan hal yang sama. Atau mungkin anak sering melihat kita sering membantah perkataan suami.

So, kalau membantah perkataan suami di balik layar aja ya, Bund!

Opss. Maksutnya kalau berbeda pendapat dengan suami, terutama di depan anak, sampaikan dengan cara yang indah ya, Bund!

2⃣ Penjelasan

Anak akan lebih menaati suatu aturan jika kita mampu menjelaskan kenapa aturan itu penting untuk dilakukan, apalagi ketika orang tua menggambarkan perasaannya ketika aturan itu di langgar oleh anak.

3⃣ Mendengarkan

Terkadang Anak tidak memperhatikan karena mereka sendiri merasa tidak diperhatiakn. So, luangkan watu untuk mendengar ceritanya. Menjadi pendengar dan merespon yang baik untuk anak-anak.

4⃣ Merespon dengan Humor

Jangan langsung marah, ketika anak melakukan sesuatu yang tidak semestinya. Terkadang menanggapi dengan humor tanpa melarang atau memarahi, membuatnya mengerti dan tidak mengulaninya. Misal, ketika anak memasukkan biskuitke Aquarium , ” Lo, yang suka kue kan Bunda, ikannya mah nggak doyan!” dengan nada yang asik tentunya.

5⃣ Kenali perasaan dan ajari untuk jujur mengungkapkan perasaan

Terkadang kata ‘Tidak’ adalah suatu aksi untuk menunjukkan perasaan marah, protes atau tidak senang terhadap sesuatu. So, biasakan bertanya dan memberi kesempatan untuk menceritajan perasaannya.

6⃣ Tahan Emosi dan Tunda Komunikasi

Emosi hanya memperburuk jalinan komunikasi, So, lebih baik tunda pembicaraan hinggan emosi mereda.

7⃣ Jauhi Sifat Otoriter

Anak akan semakin dewasa, mereka menginginkan orang tua sebagai sahabat untuk berdiskusi atau membuat kesepakatan, bukan sekedar menuruti aturan.

Mendidik anak tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh doa dan kesabaran di dalamnya. Tetap berusaha berproses menjadi ibu yang menyenangkan dan menjadi sahabat untuk mereka.

🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉

Sumber Tulisan: Artikel Harian IP Tangsel. Kamis, 21 Maret 2019

Penulis : Siti Choiriyah
Editor : Fara
Sumber bacaan : Buku ‘AntiGalau Mendidik Anak’, penerbit media

🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉

IIP

IIP

Institut Ibu Profesional (IIP) adalah komunitas para ibu dan calon ibu yang selalu meningkatkan kualitas diri dan keluarganya dengan ilmu yang bermanfaat.Sehingga bisa Menjalankan aktivitas keluarga secara profesional. Web : www.ibuprofesional.com
Email: ibuprofesional@gmail.com
Telp: 0888 2500 440

Komentar